Cara Mengimani Seluruh Nabi dan Kitab yang Diturunkan Oleh Allah Swt.

Allah membimbing hamba-hamba-Nya yang beriman untuk beriman kepada nabi dan rasul yang telah diutus oleh Allah Swt.
Oleh: Novida Sari, S.Kom.
JURNALVIBES.COM – Di dalam tafsir Baitul Muhid diberitakan tentang sesuatu yang diberikan kepada nabi-nabi yang telah diutus oleh Allah Swt. Sa’id Al Khudri menanyakan kepada Rasulullah saw ‘Berapa kitab yang diturunkan oleh Allah Swt.?’ Maka Rasulullah menjawab ada 104 kitab yang diturunkan, di antaranya yaitu 50 shahifah kepada Nabi Syits, 30 shahifah kepada Nabi Akhnukh, 10 shahifah kepada Nabi Ibrahim, 10 shahifah kepada Nabi Musa, sisanya 1 kitab Taurat, 1 kitab Zabur, 1 kitab Injil dan 1 kitab Al-Furqan (Al-Qur’an).
Allah Swt. berfirman,
قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا وما أنزل إلى إبراهيم وإسماعيل وإسحاق ويعقوب والأسباط وما أوتي موسى وعيسى وما أوتي النبيون من ربهم لا نفرق بين أحد منهم ونحن له مسلمون
Artinya : “Katakanlah (hai orang-orang mukmin) ‘kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabbnya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya’” (TQS Al Baqarah [2] : 136).
Pada ayat ini tampak bahwa Allah membimbing hamba-hamba-Nya yang beriman untuk beriman kepada nabi dan rasul yang telah diutus oleh Allah Swt. beserta kitab yang dibawanya لَا نُفَرِّقُ merupakan penjelasan bahwa Allah tidak ingin membeda-bedakan antara nabi yang diutus juga kitab yang diturunkan, di luar konteks isi kitab yang ada sekarang sudah tidak asli. Sehingga ketika orang beriman tidak lagi mengimani kitab yang telah berubah tadi, bukan berarti orang-orang beriman ini mengingkari perintah Allah Swt. dalam mengimani kitab-kitab terdahulu.
Hal ini diperjelas dengan penutupan ayat ini yang mengatakan ونحن له مسلمون kami hanya tunduk dan patuh kepada-Nya. Kaum yang tunduk dan patuh tidak akan pernah mengubah apa yang telah Allah Swt. perintahkan kepada mereka. Bagaimana mungkin secara logika mengimani sesuatu yang jelas-jelas sudah tidak lagi asli sebagaimana yang diturunkan oleh Allah Swt, Dzat yang Maha Haq. Diubah dengan keinginan manusia yang pasti dipengaruhi oleh lingkungan, kepentingan, dan nafsu duniawi lainnya.
Bahkan Rasulullah saw bersabda sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abi Hatim, dari Ma’qil bin Yasar: “Imanilah kitab Taurat, Zabur dan Injil dan amalkanlah Al-Qur’an”. Wallahu a’lam bishshawab []
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






