
Islam tentu sangat memperhatikan kondisi generasi muda dan pembangunan manusia. Sebab Islam memandang bahwa generasi yang hebat adalah generasi yang taat. Pembentukan karakter generasi bertakwa sangat penting diperhatikan.
Oleh Siti Uswatun Khasanah
(Aktivis Dakwah Remaja)
JURNALVIBES.COM – Hari ini gambaran suram generasi semakin mengenaskan. Generasi muda disibukkan dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya, waktunya dihabiskan dengan hal-hal yang membuang tenaga dan pikirannya namun tidak bermanfaat. Hal ini merupakan salah satu bukti abainya negara dalam pembangunan manusia.
Baru-baru ini digelar konser ‘Berdendang Bergoyang’ yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Konser tersebut dihentikan pada Sabtu, 29 Oktober 2022 malam karena over kapasitas. Panitia penyelenggara konser pun tengah diperiksa pihak kepolisian. Selain memeriksa panitia penyelenggara, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komaruddin juga menyebut pihaknya tengah mendalami indikasi minuman keras (miras) di konser ‘Berdendang Bergoyang’ tersebut. (tvone.com)
Aparat baru mempermasalahkan dan melakukan tindakan ketika sudah terjadi kekacauan. Mengapa aparat tidak mencegah terjadinya kekacauan ini? Seharusnya aparat mampu melakukan mitigasi acara apalagi diketahui adanya penjualan over kapasitas. Ditambah lagi, diketahui bahwa dalam acara tersebut terdapat kemaksiatan yang nyata, yaitu adanya minuman keras.
Adanya ijin untuk acara ini sejatinya tidak akan mampu membentuk karakter generasi muda. Namun justru semakin merusak ke Dalam acara ini terjadi berbagai macam kemaksiatan yang seharusnya sudah disadari oleh umat, yaitu adanya ikhtilat, khamar, membuka aurat. Acara semacam ini memberikan gambaran pada kita bahwa masyarakat hari ini telah mengadopsi gaya hidup sekuler dan hedonis.
Generasi akan semakin terpuruk, terpojokkan, merosot dan mundur ketika hidup dalam naungan sekularisme dan hedonisme semacam ini. Tumbuh suburnya gaya hidup sekularisme dan hedonisme ini akibat tatanan kehidupan kapitalisme yang bobrok.
Di sisi lain, pemerintah justru melakukan pelarangan pada acara Hijrahfest. Acara Surabaya Islamic Festival yang diselenggarakan Hijrahfest batal dilaksanakan. Hal itu menyusul adanya protes dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. (cnnindonesiam.com, 14/10/22)
Dalam sistem kapitalisme ini pemerintah tidak pernah memperhatikan pembangunan manusia utamanya generasi muda. Padahal generasi muda adalah penentu masa depan bangsa, bagaimana kondisi generasi muda masa kini menentukan kondisi bangsa di masa mendatang. Jika generasi hari ini kondisinya baik-baik saja maka masa depan bangsa akan gemilang, namun jika kondisi generasi muda hari ini memburuk maka kondisi bangsa ke depannya akan suram.
Islam tentu sangat memperhatikan kondisi generasi muda dan pembangunan manusia. Sebab Islam memandang bahwa generasi yang hebat adalah generasi yang taat. Pembentukan karakter generasi bertakwa sangat penting diperhatikan.
Dalam Islam keluarga menjadi pendidik pertama generasi. Ibu dan ayah berkolaborasi dan bekerja sama memainkan perannya untuk mendidik anak-anaknya dengan nilai Islam, mengajarkan Al-Qur’an dan sunah serta menanamkan akidah sejak dini.
Masyarakat Islam akan melakukan kontrol masyarakat dan memberikan perhatian kepada setiap generasi muda, tidak boleh ada generasi muda yang menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Negara Islam akan menyelenggarakan pendidikan berbasis Islam yang mengajarkan Al-Quran dan sunah. Mendidik generasi dengan sebaik-baiknya memberikan asupan semangat menuntut ilmu, mengamalkan ilmu dan beribadah. Serta memberikan pengajaran yang dapat membentuk akhlak dan kepribadian pemuda Islam.
Dalam Islam aturan pergaulan sangat diperhatikan. Negara yang menerapkan sistem Islam akan menerapkan aturan pergaulan dalam negaranya sesuai dengan aturan Allah. Melarang adanya khalwat dan ikhtilat serta mewajiban menutup aurat.
Negara juga harus memberikan kontrol pada media informasi dan komunikasi seperti sosial media. Menutup rapat-rapat akses jaringan pornografi dan pornoaksi, menutup akses adanya khalwat dan ikhtilat online di sosial media.
Negara Islam akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku maksiat pelanggar aturan. Memberikan sanksi yang mampu memberikan efek jera. Pemberlakuan aturan dan sanksi dalam Islam juga harus sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan sunah.
Maka generasi muda hari ini memang harus dikenalkan Islam. Sebab generasi muda hanya membutuhkan Islam sebagai solusi hidup yang mampu menjaga dan menyelamatkannya dan masa depan umat ini. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






