
Peran pemuda dalam menyongsong kebangkitan salah satunya dengan mengambil peran untuk membangkitkan umat. Sehingga umat memiliki kesadaran bahwa kondisi hari ini tidak baik-baik saja.
Oleh Riris Dwi
(Aktivis Pergerakan Mahasiswa di Surabaya)
JURNALVIBES.COM – Pemuda adalah sebuah sumber daya yang strategis bagi peradaban suatu bangsa. Di tangan pemuda masa depan suatu peradaban dan bangsa digantungkan. Maka adanya proses pembentukan di tengah pemuda yang tangguh haruslah dilakukan jika suatu bangsa ingin tetap mempertahankan eksistensinya.
Generasi muda merupakan sebuah aset dari peradaban. Tidak terkecuali pada zaman hari ini. Di Indonesia sendiri hal ini terbukti dengan adanya bonus demografi. Sehingga nampak sebuah potensi menjadi lahan subur untuk menanam masa depan sebuah bangsa.
Dari populasi dunia saat ini diperkirakan mencapai 7,5 miliar penduduk, 16% diantaranya atau sekitar 1,2 miliar penduduk merupakan orang muda yang berusia antara 15 hingga 24 tahun. Bisa dilihat kaum muda ini sangat memiliki peran untuk menghadapi ancaman dan tantangan terburuk bagi pembangunan berkelanjutan. Termasuk dengan pengangguran, kemiskinan, konflik dan migrasi.
Potret Pemuda Hari Ini
Namun sangat disayangkan gambaran pemuda hari ini banyak yang tidak sadar akan banyak potensi di dalam dirinya. Dalam era digital hari ini pemuda dikenal sebagai kalangan yang melek teknologi, namun justru menjadi mesin ekonomi kapitalisme. Hal ini bisa dilihat dengan munculnya Trans startup dan teknologi keuangan seperti cryptocurrency, Bitcoin, binomo dan berbagai jenis uang digital lainnya.
Pemuda hari ini juga terlibat dalam sebuah jembatan teknologi yang melalaikan seperti bervariasinya game online berbagai pinjaman online hingga judi online. Pada saat ini, sebagian pemuda ada yang menjadi garda terdepan dari sistem kapitalisme. Seperti gelaran Citayam Fashion Week yang ramai beberapa bulan yang lalu, serta barisan garis keras penggemar drakor dan k-pop.
Bisa terlihat juga sering kita dapati para pemuda yang hidup di bawah kungkungan liberalisme mereka bebas tanpa batas. Bahkan juga ada yang berpihak pada perilaku atau pelaku penyuka sesama jenis yang sudah menjangkiti level anak-anak sekolah. Baik yang masih suka lawan jenis, terlibat adanya freesex atau malah menjadi penganut garis keras ide childfree yang menjangkiti pasangan muda.
Di sekitar kita, marak perihal kosmetik atau skin care yang di kalangan remaja putri atau mahasiswi putri berbondong-bondong menginginkan kulit yang glowing. Banyak pemuda yang menjadi startup endorsement produk kecantikan selebgram atau juga menjadi youtuber ddakan di bidang fashion dan kecantikan.
Ini masih belum juga termasuk kasus-kasus kriminal seperti halnya narkoba, delik hukum, pencurian motor, dan kasus kriminal lainnya. Namun sejatinya ini merupakan sebuah penyesatan yang hakiki yang menyasar pemuda hari ini.
Menyibak Potensi Pemuda
Sudah menjadi hal yang umum potensi yang ada dalam diri oemuda sangat berlimpah ruah. Pemuda sebagai agent of change atau sebuah agen perubahan yang posisinya sangat penting untuk membantu suatu proses perubahan yang baik dalam sebuah organisasi, institusi ataupun masyarakat. Sebagai sebuah umum agent of change adalah sosok yang menginisiasi di bagian depan dalam sebuah perubahan atau bertindak sebagai katalis untuk sebuah proses perubahan. Selain itu, pemuda diharapkan mampu untuk memperbaiki situasi atau berperan dalam pencarian solusi di tengah suatu kesulitan sebuah bangsa.
Yang kedua pemuda juga mempunyai peran sebagai sebuah iron stock, yakni sebuah aset cadangan atau harapan dan generasi penerus bangsa di masa depan. Kualitas pemuda dan sebuah peradaban sangat memiliki korelasi yang kuat. Pemuda di mana posisinya sebagai generasi perintis, yang merupakan generasi yang memiliki semangat juang tinggi, pantang menyerah dan cerdas dan memiliki komitmen yang besar dalam membangun sebuah peradaban.
Generasi pembangun di sini merupakan generasi yang masih mewarisi semangat dan ruh perjuangan para pendahulu mereka. Tentunya jika kita bicara pemuda Muslim harusnya berkaca pada perjuangan para Muslim heroes mereka. Untuk mewujudkan sebuah peradaban dan puncak kemajuan.
Ketiga pemuda merupakan orang-orang yang idealnya memiliki fisik prima, tenaga yang kuat serta juga daya pikir yang luas untuk bangsa dan peradaban. Kontribusi dari pemuda sangat memiliki peran aktif dalam memberikan solusi dan memecahkan problem yang ada di tengah negara.
Ini merupakan sebuah potensi yang dimiliki pemuda hari ini.
Semua potensi yang ada dalam diri pemuda tidak hanya tampak dalam sebuah kekuatan idealisme, gagasan, pemikiran dan kualitas yang dimiliki. Namun secara kuantitas pemuda pun juga memiliki peran yang dominan yang mampu menjadi penentu arah keputusan masa depan sebuah peradaban.
Pemuda Ideologis dan Tantangannya
Dengan gambaran potensi pemuda yang melimpah ruah tentunya tidak heran jika banyak musuh-musuh Islam menjadikan pemuda sebagai sasaran tembak dari perang pemikiran yang mereka lancarkan. Perang pemikiran tersebut dilancarkan Barat secara sistematis di semua lini. Mulai dalam bidang pendidikan mereka masuk ke dalam kurikulum yang membuat mahasiswa dan pemuda menjadi sibuk menjadi studi oriented. Dalam bidang sosial budaya mereka masuk melalui lini media massa, media sosial, film fashion dan sebagainya. Sehingga menampilkan figur-figur yang sukses kemajuan materi dan keunggulan teknologi. Seperti peradaban dan pemikiran Barat dengan cepat diterima generasi muda dan diambil sebagai pola pikir dan pola sikap pemuda menggantikan Islam.
Hasilnya bisa kita lihat hari ini, ketika sebagian pemuda Muslim mulai terkikis dari agamanya. Mereka merasa lebih bangga menjadi pejuang demokrasi dan pengusung liberalisme daripada pejuang Islam. Mereka lebih merasa modern dengan berpakaian ala Barat, menggunakan fashion ala Barat. Lebih memilih berbahasa Inggris dibandingkan bahasa Arab. Lebih suka nongkrong di cafe daripada di masjid, dan yang ironisnya lagi merasa rendah dengan jati dirinya sebagai seorang Muslim.
Bahkan beberapa dari mereka bila ditanya agamanya, merasa saat ini Islam tapi boleh jadi besok sudah berganti agama lain atau keyakinan lain.
Arah Perjuangan Pemuda
Sebuah perbuatan yang dilakukan tanpa adanya tujuan akan menyebabkan pergerakan tanpa arah. Begitu pun pemuda hari ini. Pemuda harus bergerak dengan memiliki tujuan yang akan dicapai. Oleh karena itu, perjuangan pemuda hari ini sudah semestinya harus diawali dengan penetapan tujuan di awal, yaitu untuk menegakkan kebenaran Islam.
Dengan potensinya pemuda merupakan agent of change, agen perubahan di tengah umat. Peran itu akan berhasil mewujudkan kebangkitan Islam ketika berlandaskan sebuah ideologi Islam juga.
Gambaran dari pemuda yang ideologis adalah pemuda yang mengikatkan dirinya pada sebuah akidah Islam beserta seluruh syariatnya dan mengemban dakwah untuk meraih kembali masa depan sebagai khairu ummah.
Karena kebenaran yang hakiki bersumber pada Al-Qur’an dan sunah, sesuai dengan perintah dan larangan Allah. Islam merupakan agama sempurna dan paripurna, yang memiliki aturan dalam tatanan kehidupan bernegara.
Maka dari itu, tujuan yang akan ditempuh oleh pemuda hari ini semata bukan hanya sekadar mengganti orang ataupun rezim. Namun, untuk membuang sistem kufur yang melahirkan rezim zalim, yang mengantarkan pada penderitaan umat hari ini.
Peran pemuda dalam menyongsong kebangkitan salah satunya dengan mengambil peran untuk membangkitkan umat. Sehingga umat memiliki kesadaran bahwa kondisi hari ini tidak baik-baik saja.
Untuk mewujudkan hal ini tidak ada jalan lain kecuali kita kembali kepada Islam. Baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya. Islam memang sudah bisa diterapkan pada area ritual, yang tidak bisa memberikan hasil maksimal bentuk seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu kita harus membawa pemuda menjadi generasi yang taat syariat. Harus memperjuangkan Islam agar bisa diterapkan secara sempurna. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






