
Penguasa dalam Islam jelas memiliki perhatian besar terhadap pembentukan generasi. Seperti menyediakan pendidikan yang berkualitas dan dapat dijangkau semua kalangan. Senantiasa memberikan lingkungan yang kondusif demi terbentuknya generasi berkualitas yang taat pada Allah.
Oleh Suci Indah
(Ibu Pembelajar)
JURNALVIBES.COM – Sebagian besar masyarakat tengah merasakan gemuruh euforia setelah lama terkekang akibat pembatasan sosial selama pandemi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang melibatkan massa hampir tidak pernah sepi dari kerumunan masyarakat. Namun, euforia itu tak sedikit akan berujung pada kekacauan yang sulit terkendali.
Dikutip dari Tempo.com (28/10/2022) Berdendang Bergoyang Festival (BBFest) kembali hadir tahun ini dengan mengusung semangat untuk mengajak masyarakat bangkit lebih kuat. BBfest diselenggarakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022.
Semarak acara ini juga diiringi dengan semangat juang pemuda pemudi Indonesia dengan menghadirkan juga putra, putri musisi terbaik bangsa yang akan turut bersatu dan bersinergi dalam kemeriahaan BBFest 2022.
“Semangat anak muda harus diberi wadah. Jangan sampai tidak tertuangkan dan malah sembarang menuangkan. Untuk itu BBFest ini hadir sebagai salah satu wadah muda-mudi dalam berkarya dan bersinergi untuk negeri. Tahun 2022 pun menjadi tahun yang penuh semangat seiring dengan semangat bangsa Indonesia untuk pulih lebih cepat bangkit lebih kuat,” kata Humam Arif selaku penanggung jawab BBFest, dalam siaran pers yang diterima Tempo pada Jumat, 28 Oktober 2022.
Namun Konser ‘Berdendang Bergoyang’ yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat tersebut terpaksa dihentikan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat pada Sabtu, 29 Oktober 2022 malam. Hal ini dilakukan lantaran kapasitas penonton melebihi aturan yang ditetapkan.
Komarudin menjelaskan, kapasitas Istora Senayan sedianya hanya dapat menampung 10.000 penonton saja. Namun, dalam konser ini, penonton yang hadir mencapai 21.000 orang. Hal itu tentunya melanggar aturan kapasitas yang berlaku, sehingga pihaknya terpaksa membubarkan kegiatan konser ‘Berdendang Bergoyang’ tersebut.
Ditambah lagi acara seperti ini sering disertai dengan kemaksiatan (adanya minuman keras), ikhtilat bercampurnya laki-laki dan perempuan, serta banyaknya aksi kejahatan, salah satunya pencopetan. Apalagi konser acap kali mengundang keributan antar kelompok pemuda, yang berakhir dengan bentrokan yang akan memakan korban.
Pemberian izin untuk acara yang tidak membawa manfaat terhadap pembentukan karakter generasi sebagai pilar peradaban cemerlang, menunjukkan pemerintah benar-benar tidak memiliki perhatian terhadap pembangunan manusia khususnya pada generasi muda.
Jika generasi muda dilalaikan dengan kesenangan dunia dan hura-hura maka akan dibawa kemana nasib negeri ini? Seharusnya sebagai generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan negeri haruslah memiliki tekad yang kuat serta tidak membuang-buang waktu untuk kesenangan dunia.
Sebagaimana pada masa kesultanan ustmaniyah. Sultan Muhammad Al Fatih kala itu sudah diangkat menjadi sultan ketika usianya baru menginjak 12 Tahun. Mendapat julukan Al Fatih (sang penakluk) karena telah berhasil menaklukkan Konstantinopel dan itu dilakukan pada saat usianya masih 21 tahun.
Harusnya keberhasilan yang dicapai oleh Sultan Muhammad Al Fatih kala itu, menjadi cambuk bagi generasi muda. Apalagi Indonesia adalah negeri yang mayoritas masyarakatnya muslim. Yang mana negara kafir senantiasa merancang strategi untuk menjajah negeri Muslim, dengan melalaikan para pemudanya.
Lucunya, pemerintah menginginkan negeri ini untuk maju, namun tidak mempersiapkan generasi muda untuk benar-benar mendalami ilmu pengetahuan. Seperti menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai. Justru generasi muda dibiarkan dalam acara-acara yang tidak bermanfaat.
Penguasa dalam Islam jelas memiliki perhatian besar terhadap pembentukan generasi. Seperti, menyediakan pendidikan yang berkualitas dan dapat dijangkau semua kalangan. Senantiasa memberikan lingkungan yang kondusif demi terbentuknya generasi berkualitas yang taat pada Allah.
Islam jelas melarang konser-konser musik yang membawa kemudharatan dan mengandung banyak maksiat. Apalagi penyanyi perempuan, dengan lirik-lirik lagu yang mengandung unsur-unsur haram dan mempertontonkan auratnya didepan umum.
Menutup celah konser yang mengandung maksiat adalah bentuk penjagaan Islam terhadap generasi muda. Mereka benar-benar dikawal agar tidak menghabiskan waktu dan usianya untuk hal-hal yang dilarang Allah.
Semua ini hanya dapat terwujud apabila negara turut mendukung dalam pembentukan generasi muda-mudi Islam yang berkualitas. Hanya dengan menerapkan sistem Islam kafah, generasi muda-mudi Islam akan terselamatkan. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






