Opini

Sri Lanka Bangkrut Akibat Jebakan Utang Luar Negeri?

Untuk dapat keluar dari cengkraman para penjajah, hendaknya kita Kembali mengkaji sistem Islam sebagai jalan keluar. Karena sistem Islam berasal dari Allah Swt. pencipta manusia dan kehidupan.


Oleh Nabila Sinatrya

JURNALVIBES.COM – Di tengah kondisi negara yang bergejolak, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mengundurkan diri pada jumat 15 Juli 2022 dan kabur keluar negeri dengan pesawat militernya. Wickremesinghe terpilih dalam pemungutan suara di parlemen pada Rabu (20/7). Perdana Menteri enam periode itu akan menjabat sebagai presiden sampai 2024, menghabiskan masa jabatan yang seharusnya diduduki Rajapaksa. Hal ini dikarenakan Sri Lanka mengalami krisis ekonomi, sosial, dan politik berkelanjutan. (cnnindonesia.com, 21/07/2022).

Krisis ekonomi yang dialami Sri Lanka sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, kondiri semakin memburuk sejak pandemi Covid-19 dan gagalnya pengelolaan oleh pemerintah. Mata uang Sri Lanka juga anjlok hingga 80% mengakibatkan inflasi yang tidak terkendali. Dilansir dari bbc.com (13/07/2022) imbasnya terjadi pemadaman listrik, harga kebutuhan meroket tajam, kelangkaan bahan bakar, dan kehabisan obat-obatan untuk Kesehatan.

Faktor lainnya yang memicu bangkrutnya Sri Lanka adalah terjadinya inflasi dan jebakan hutang. Inflasi melonjak 54,6%, Departemen sensus dan statistic setempat menyatakan pertama kalinya Indeks Harga Konsumen Kolombo (CCPI) meningkat lebih dari 50%.

Seperti dikutip dari Channel News Asia (1/7/2022), Bank Dunia juga memberikan peringatan kepada beberapa negara yang berpotensi mengalami kebangkrutan sebagaimana Sri Lanka. Dalam laporan Crisis Response Group, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) ada sembilan negara diantaranya, Afghanistan, Mesir, Laos, Lebanon, Turki, Argentina, Myanmar, Pakistan, dan Zimbabwe.

Dampak perang Rusia-Ukraina juga berpengaruh, karena ketergantungan terhadap impor menjadikan sektor perekonomian terhambat. Sri Lanka juga terperangkap pada jebakan hutang ke Cina sebesar 8 milliar dollar melalui skema One Belt One Road yang salah satunya untuk pembangunan Pelabuhan Hambantota. Karena tidak bisa membayarnya maka harus menyerahkan bandara dan Pelabuhan untuk dikelola bagi keoentingan Cina selama 99 tahun.

Kekacauan yang terjadi akibat gagal membayar utang adalah salah satu contoh buruknya penerapan sistem ekonomi kapitalisme. Utang luar negeri dijadikan sebagai senjata politik negara-negara kapitalis kepada negara lain sebagai bentuk penjajahan untuk menerapkan kebijakan yang dipesan. Utang yang diberikan bukan semata-mata sebagai bantuan, tapi ada tujuan lain yaitu untuk eksistensi negara kapitalis. Negara yang diutangi tak bisa lepas dari ‘bantuan’ mereka, kecuali harus menerima dan tunduk kepada aturan yang mereka terapkan.

Untuk dapat keluar dari cengkraman para penjajah, hendaknya kita Kembali mengkaji sistem Islam sebagai jalan keluar. Karena sistem Islam berasal dari Allah Swt. pencipta manusia dan kehidupan.

Dalam sistem ekonomi Islam, dipastikan tidak terlibat dengan sistem riba dan negara akan memegang teguh prinsip kemandirian dalam pengelolaan kepemilikan. Misalnya pada kepemilikan umum yang akan dikelola langsung oleh negara dan tidak mengizinkan pihak swasta dalam pengelolaannya, sehingga semua hasil dapat masuk pada kas negara untuk keperluan rakyat.

Negara juga berlepas dari Lembaga internasional seperti World Bank, IMF, dan sejenisnya. Sehingga tidak ada campur tangan dari luar yang membawa agenda penjajahan. Semua ini akan terwujud dalam kepemimpinan sistem khilafah islamiyah, maka tugas kita adalah bersungguh-sungguh untuk mengembalikannya. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button