Opini

Ada Apa di Balik Demo Besar Mahasiswa?

Islam lah satu-satunya jalan sekaligus sebagai arah perubahan dan sekaligus rahasia kebangkitan umat selama belasan abad lamanya, dan itu semua bisa diwujudkan hanya dengan penerapan Islam secara kafah dan keseluruhan yaitu di dalam sistem khilafah Islam.


Oleh Sulistijeni
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) menggelar aksi demo yang semula direncanakan dekat Istana Negara menjadi di depan Gedung MPR/DPR/DPRD, Jalan Jenderal Gatot Subroto Jakarta. Aksi demo tersebut digelar pada tanggal 11 April 2022 dan diperkirakan ada ribuan mahasiswa yang ikut. Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin mengatakan, ada enam tuntutan yang disuarakan pada aksi 11 April.

Pertama menuntut Presiden Joko Widodo bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode, karena sangat jelas mengkhianati konstitusi,” kata Kaharuddin kepada MPI.

Kedua menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah, serta dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi, dan kebencanaan.

Tuntutan lainnya soal bahan pokok dan kelangkaan minyak goreng, penyelesaian konflik agraria. Mereka meminta presiden dan wakil presiden berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji kampanye di sisa masa jabatannya. Yang sebelumnya, para mahasiswa telah melakukan aksi massa di ring satu Istana Negara pada 1 April 2022. Sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai kampus melakukan long march dari Kampus Trisakti menuju Istana Negara. (okezone.com, 10/4/2022 )

Pada hari jumat (8/4/2022) ribuan mahasiswa melakukan aksi di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Aksi mahasiswa tersebut merupakan respons kepada pemerintah yang dinilai tidak bisa mengatasi permasalahan di negeri ini. Koordinator lapangan dari mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil), Sadid Farhan mengatakan, aksi tersebut bentuk kekecewaan terhadap pemerintah.

Pemerintah dinilai tidak bisa mengatasi masalah yang menyebabkan masyarakat hidup dengan kesulitan. Misalnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kelangkaan minyak goreng sangat dirasakan oleh masyarakat kalangan bawah. Pemerintah justru menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN), yang notabene makin menyengsarakan rakyat.

Ironisnya, pemerintah juga masih menyuarakan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. “Kami juga menolak wacana penundaan pemilu dan presiden tiga periode yang saat ini masih mencuat,” kata Sadid. Ia menambahkan, massa aksi juga dengan tegas menolak pemindahan ibu kota negara (IKN). Apalagi, kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang tidak baik-baik saja. (republika.co.id, 8/4/2022)

Mahasiswa jangan hanya menuntut penundaan pemilu dan revisi kebijakan IKN, semestinya memahami apa rujukan sistem politik yang melahirkan kebijakan pro elit dan oligarki. Karena selama ini kebijakan yang dibuat oleh pemerintah melahirkan kebijakan yang selalu berpihak kepada kepentingan elit dan oligarki. Hal ini dikarenakan para elit dan oligarki telah memberikan kontribusi dengan memberikan suntikan dana demi untuk kemenangan penguasa didalam ajang pemilu.

Pengusaha juga turut membesarkan dan memelihara the rising star calon pemimpin yang mereka taksir, demi untuk mengamankan kerajaan bisnis para oligarki. Karena di sistem demokrasi meniscayakan Indonesia terjebak dalam labirin politik yang membutuhkan biaya tinggi, dan pemodal yang kuat untuk mendukung calon pemimpin agar mampu berkuasa dengan melalui kendaraan demokrasi.

Untuk kampanye juga dibutuhkan dana yang sangat tinggi, apalagi pilpres butuh biaya yang luar biasa, yang akhirnya melibatkan banyak donatur untuk penyokongnya. Melalui para pengusaha pemilik korporasi besar, mereka memberikan suntikan dana sehingga menjadikan mereka yang nantinya akan bisa menentukan jalannya pemerintahan. Penguasa yang terpilih menjadi pemimpin hanya akan menjadi boneka yang bisa dikendalikan para oligarkis.

Sampai hari ini politik pemerintah Indonesia masih dikuasai para elit dan oligarki dengan kepentingan kekuasaan. Sistem kekuasaan dijalankan dan dikendalikan oleh segolongan atau pihak yang berkuasa, dengan tujuan untuk kepentingan golongan mereka sendiri. Keberadaan oligarki adalah untuk mempertahankan kekuasaan dan kekayaannya. Untuk memelihara kekuasaan ditempuh dengan berbagai cara termasuk keterlibatan oligarki yang menghadirkan paksaan, dengan tujuan mengklaim hak milik dan kekuasaan yang kolektif terhadap cabang-cabang produksi negara.

Menurut penelitian Profesor Imu Politik dari Northwestern University, AS, Jeffrey Winters dalam bukunya Oligarky (2011), secara garis besar sistem trickle down effect (kemakmuran kelas) di kalangan masyarakat, tidak akan terjamin secara merata selama kendali pemerintahan masih dikendalikan oligarki.

Di dalam ideologi kapitalisme, yang tegak di atas asas yang rusak dimana sekularisme telah menafikan peran agama dalam kehidupan. Lahirlah dari ideologi ini sistem hidup sekuler demokrasi kapitalisme neoliberal yang terbukti hanya mengintrodusir kerusakan. Karena aturan-aturannya lahir dari kerakusan manusia, terutama kelompok para pemilik modal (oligarki). Yang menjadikan aset negara dan sumber daya alam negara dikuasai oleh individu atau perorangan. Sehingga menjadikan rakyat tidak bisa menikmati dan mengalami kesengsaraan dan kesulitan. Oleh karena itu dibutuhkan kebangkitan dan pergerakan mahasiswa dalam mewujudkan perubahan ke arah kebangkitan yang hakiki, yaitu dengan memperjuangkan Islam.

Sebagai agen perubahan sosial, mahasiswa Muslim mestinya memiliki basis ideologi Islam dalam merespon persoalan, sehingga bebas dari berbagai kepentingan yang melanggengkan kezaliman. Selain harus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, identitas keislaman mereka harusnya menuntut adanya kepedulian terhadap nasib umat dan agamanya.

Menjadi mahasiswa harusnya sadar, tidak hanya bertopang dagu dan membiarkan melihat kezaliman, karena itu adalah dosa besar. Karena ditangan merekalah yang bisa membawa perubahan, karena mereka telah dikaruniai kemampuan dan pengetahuan, yaitu perubahan hakiki yang didasari dengan Islam. Karena Islam adalah sebuah ideologi yang tegak di atas landasan yang benar, yakni landasan keimanan kepada Allah yang menciptakan manusia, alam, dan kehidupan. Dari landasan inilah muncul berbagai aturan kehidupan yang benar. Yang jika ditegakkan dipastikan akan menjadi solusi bagi seluruh persoalan kehidupan, sekaligus membawa kebaikan bagi seluruh alam.

Islam lah satu-satunya jalan sekaligus sebagai arah perubahan dan sekaligus rahasia kebangkitan umat selama belasan abad lamanya, dan itu semua bisa diwujudkan hanya dengan penerapan Islam secara kafah dan keseluruhan yaitu di dalam sistem khilafah Islam. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Illustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button