Bahaya Latihan Militer Bersama Bagi Indonesia

Kaum Muslim wajib menolak ketundukan pemerintah kepada Amerika dan berjuang untuk menegakkan syariah secara kafah. Hendaknya pemerintah Indonesia menolak bekerja sama dengan para politisi dan militer imperialis.
Oleh Jeany
(Aktivis Dakwah Kota Depok)
JURNALVIBES.COM – Sudah ke-15 kalinya AS dan Indonesia melakukan latihan militer bersama. Kali ini mereka melakukan latihan militer Garuda Shield 2021 terhitung sejak 4-14 Agustus 2021. Sehingga, sebanyak 330 tentara AS tiba di Palembang untuk latihan ini. Tujuan latihan bersama ini untuk meningkatkan kerja sama dan kemampuan prajurit TNI AD Indonesia dengan angkatan darat AS dalam pelaksanaan tugas operasi.
Sampai saat ini masih minim reaksi masyarakat memprotes latihan gabungan militer tersebut. Padahal kita bisa lihat bagaimana Amerika memusuhi Islam dan kaum Muslim. Indonesia sendiri merupakan negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Harusnya kaum Muslim di Indonesia harus mengangkat suara mereka untuk menentang latihan militer itu.
Indonesia di mata Amerika merupakan posisi yang strategis dan penting sebagai penghubung India dan Cina dan untuk mengimplementasikan rencana-rencananya di kawasan ini. Maka, Amerika berupaya untuk menancapkan kedua kakinya di Indonesia dan menindas kaum Muslim di Indonesia.
Sebenarnya, Amerika terus memperlihatkan eksistensinya di kawasan ini guna menunda berdirinya khilafah di wilayah Asia Tenggara, karena makin besarnya dukungan masyarakat kepada dakwah Islam di kawasan-kawasan tersebut. Amerika paham betul berdirinya khilafah merupakan awal dari berakhirnya Amerika. Akhir perang terhadap kaum Muslim dan akhir dari hegemoninya atas dunia. Maka sudah seharusnya penguasa mewaspadai tekanan dan intervensi asing dalam beragam aspek, bukan malah bekerja sama, bahkan mengundang mereka untuk latihan militer bersama. Bahkan, mudaratnya lebih banyak daripada manfaatnya.
Tentunya bentuk kerja sama ini seolah dianggap sebagai kemajuan negeri, karena terbuka terhadap dunia international. Padahal dengan latihan ini sangat memungkinkan pihak luar dapat mengukur kekuatan militer yang dimiliki oleh negeri ini, bahkan seringkali menjadi pintu intervensi asing untuk menangani problem dalam negeri kita ini.
Pakar politik dan Dosen Hubungan International, Budi Mulyana menyampaikan beberapa poin bahayanya latihan gabungan ini untuk Indonesia, berdasarkan perspektif konstelasi perpolitikan international.
Pertama, latihan gabungan TNI AD dan AS seolah menegaskan bahwa Indonesia adalah sekutu AS bahkan disebut sekutu kuat di Asia Tenggara, karena gabungan latihan militer ini tidak pernah terjadi pada Indo-Rusia atau Indo-Cina.
Kedua, latihan ini berpotensi membahayakan Indonesia karena akan memberikan gambaran sejauh mana kondisi militer di Indonesia.
Ketiga, karena adanya latihan gabungan ini maka akan terjadi hubungan relasi yang akan memungkinkan oknum dari TNI yang menjadi perpanjangan tangan kepentingan AS dalam bisnis pembekalan alutsista.
Keempat, ketika AS menjadi sponsor penuh akan latihan gabungan ini dan Indonesia hanya menyediakan sarananya, tentu AS akan meminta imbalan dan intervensi kebijakan pun akan bisa terjadi.
Perlu dipahami, kaum Muslim wajib menolak ketundukan pemerintah kepada Amerika dan berjuang untuk menegakkan syariat secara kafah. Hendaknya pemerintah Indonesia menolak bekerja sama dengan para politisi dan militer imperialis. Jika Amerika tidak dihentikan sekarang, maka tangannya akan menjadi tangan yang di atas dan penderitaan yang ditimpakan kepada umat akan makin bertambah.
Allah Swt telah memperingatkan hal itu dalam firman-Nya yang berbunyi,
إِنْ يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُوا لَكُمْ أَعْدَاءً وَيَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوءِ وَوَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ
“Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakitimu dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir” (QS al-Mumtahanah [60]: 2)
Melihat semua fakta di atas bukankah sudah seharusnya negeri ini menolak segala bentuk latihan bersama. Demi mewujudkan sebuah negeri yang berdaulat. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






