Opini

Harga Pangan Naik, Rakyat Tercekik

Negara meriayah rakyatnya agar setiap individu memiliki ketakwaan kepada allah Swt. Ketakwaan yang memunculkan kesadaran akan hubungannya dengan Allah Swt., hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan diri sendiri akan membuat dirinya selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.


Oleh Fiani, S.Pd.

JURNALVIBES.COM – Lagi-lagi beban rakyat bertambah. Belum usai berita tentang kenaikan iuran BPJS dan kenaikan pajak yang membebani rakyat, tapi kini datang lagi masalah baru dengan kenaikan harga pangan.

Meskipun ada faktor lain atas kenaikan harga pangan, mestinya pemerintah bisa mengantisipasi faktor terjadinya yang bisa menyebabkan kenaikan harga tersebut. Namun, ternyata kenaikan tersebut justru dianggap biasa dan amanah yang diberikan justru dianggap aman. Lalu, bagaimana nasib rakyat yang makin tercekik dengan kenaikan harga pangan?

Dilansir laman jakarta, kompas.com (2/4/2022) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengatakan kenaikan harga pangan jelang ramadhan seperti; cabai, daging ayam, bawang putih, gula, minyak goreng, telur, tepung terigu, dll diduga disebabkan oleh faktor cuaca.

Kenaikan harga pangan dan kurangnya pendapatan masyarakat akan berpengaruh pada kesehatan rakyat, akibat tidak terpenuhinya kebutuhan pokok. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya kurang asupan gizi pada ibu hamil dan anak yang akan berpengaruh pada masa pertumbuhannya atau dikenal dengan istilah stunting.

Dengan kenaikan harga pangan derita rakyat semakin bertambah seakan tidak berhenti. Pendapatan yang diperoleh tiap harinya tidak mencukupi biaya hidup. Apalagi yang memiliki anak lebih dari satu, bukan hanya kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh kepala keluarga tapi kebutuhan dasar juga yang harus dipenuhi, seperti memberikan pakaian, tempat tinggal, dll. Seharusnya, jeritan rakyat menjadi alarm bagi penguasa untuk segera bangun dari tidur panjangnya.

Kapitalis telah menjauhkan manusia dengan Sang Pencipta dan jauh dengan aturan-Nya hingga membuat mereka terlena akan kenikmatan dunia sesaat. Kenaikan harga pangan bukan hanya faktor cuaca tapi para pengusaha memainkan harga atas situasi kelangkaan pangan, seperti minyak goreng. Maka, faktor utamanya adalah terletak pada pendistribusian ala kapitalis yang jelas menzalimi rakyat. Sebab, distribusi yang buruk dalam sistem ini mengakibatkan beberapa pihak hanya memperkaya diri dan kelompoknya. Ibarat, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Permasalahan ini akan terus menerus bertambah, jika permasalahannya tidak diselesaikan dengan tuntas. Sebab, sistem ekonomi kapitalis tidak mampu mensejahterakan rakyat meskipun pelayan rakyat memberikan bantuan berupa kartu bansos, PKH, BLT, dll. Tetapi, pemberiannya tidak seberapa dibanding dengan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Sistem Kapitalis tentu berbeda dengan Islam. Dalam kacamata Islam, sumber daya alam yang jumlahnya banyak termasuk dalam kepemilikan umum atau milik rakyat yang wajib dikelola oleh negara. Pangan adalah kebutuhan dasar rakyat yang wajib dipenuhi oleh negara, dalam konteks ini negara tetap mengawasi pemanfaatan milik umum agar tidak menimbulkan kemadaratan bagi masyarakat.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan dalam sabdanya: artinya; ” Manusia berserikat dalam tiga hal yaitu: air, padang rumput dan api” (HR Abu Dawud)

Dari ayat di atas jelas, bahwa sumber daya alam dikelola oleh negara baik pemanfaatan secara langsung oleh rakyat dengan pengawasan ketat maupun pemanfaatan dibawah pengelolaan negara yang membutuhkan keahlian, teknologi serta biaya besar, seperti pertambangan. kemudian, negara me-riayah rakyatnya agar setiap individu memiliki ketakwaan kepada Allah Swt.

Ketakwaan yang memunculkan kesadaran akan hubungannya dengan Allah Swt., hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan diri sendiri akan membuat dirinya selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Oleh karenanya, Islam adalah satu-satunya solusi dalam pengelolaan sumber daya alam. tentu, sistem ini akan mampu mensejahterakan rakyat. Namun, semua tidak akan terwujud jika negara tidak menerapkannya dibawah naungan khilafah. Maka teruslah berjuang mendakwahkan Islam ditengah-tengah umat. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button