Remaja Dalam Pusaran Arus Gaul Bebas

Islam sangat kompleks dalam mengatur seluruh urusan manusia mulai dari manusia bangun tidur hingga manusia bangun negara. Karena Islam datang sebagai petunjuk dan cahaya bagi manusia.
Oleh Riris Dwi
(Aktivis Pergerakan Mahasiswa di Surabaya)
JURNALVIBES.COM – Remaja merupakan fase di mana manusia akan menginjak usia dewasa. Dalam diri remaja tentunya memiliki segudang potensi, mulai dari potensi bersosial, minat dan bakat yang sangat luas keterampilan di bidang tertentu, dan juga keterampilan akademik. Namun, dengan adanya hambatan atau virus yang menghalangi perkembangan potensi diri remaja seperti, lingkungan yang kurang mendukung, pergaulan yang sangat bebas akan membuat potensi ini redup.
Dilansir dari Liputan6 (6/08/2023), Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat usia remaja di Indonesia sudah pernah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Paling muda direntang umur 14 hingga 15 tahun tercatat sebanyak 20 persen sudah melakukan hubungan seksual.
Fenomena yang tidak dapat dimungkiri di kalangan remaja milenal hari ini. Karena bagai sebuah wabah, adanya paham kebebasan dalam bersosial atau liberalisme yang merupakan penyebab timbulnya pergaulan bebas itu cepat menyebar dan menjangkiti masyarakat hari ini. Padahal, banyak sekali realitas kerusakan dan kemudaratan yang dapat dilihat dan juga dirasakan oleh manusia akibat dari menelan racun kebebasan ini.
Liberalisme merupakan ide atau paham yang mengajarkan manusia untuk mengambil tata cara dan bersosial dalam kehidupannya secara bebas tidak ada tekanan dan aturan yang mengikatnya. Wajar bila hari ini banyak akibat yang ditimbulkan dari pemikiran ini salah satunya remaja hari ini banyak yang terkena seks bebas.
Faktor ini bukan hanya saja dipengaruhi karena internal tetapi lingkungan atau faktor eksternal juga sangat mempengaruhi terjadinya seks bebas. Salah satunya yaitu tidak ada kontrol negara yang mampu untuk mencegah dan membatasi situs-situs yang dapat merangsang nafsu konten-konten yang berbau dewasa, dan juga tidak ada aturan dalam berpakaian kita hari ini. Artinya manusia bebas menggunakan akalnya dan nafsunya untuk bertindak dan berperilaku salah satunya dalam berpakaian. Karena adanya hak asasi manusia yang menjamin kebebasan itu semakin memperkuat lah kerusakan remaja hari ini.
Selain adanya paham kebebasan yang hari ini kian lestari di tengah masyarakat, pendidikan hari ini yang berorientasi pada materi juga sangat mempengaruhi. Kurikulum yang dibuat hanya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi tetapi minus akan pemahaman agama yang benar.
Jadi pemahaman secara intelektual mereka mendapatkannya tetapi tidak mendapatkan pemahaman agama secara menyeluruh. Mereka juga belum bisa membedakan antara benar Dan salah sehingga cenderung mengikuti hawa nafsunya.
Kunci dari sebuah permasalahan ini sejatinya karena adanya sebuah sistem kapitalisme yang berbasis sekuler yang memberikan kebebasan kepada individu untuk berperilaku sesuai keinginannya. Agamanya diletakkan pada tempat-tempat beribadah dan waktu ketika manusia beribadah, sedangkan ketika berinteraksi dengan manusia yang lain atau berhubungan dengan yang lain menggunakan aturan manusia sendiri. Padahal Manusia itu memiliki hawa nafsu yang tidak bisa dibendung, kecuali dengan kekuatan pemahaman agama dan Aqidah Islam yang benar. Adanya pemahaman ini Tentunya akan memperkeruh kemudaratan yang ada, manusia akan mengikuti hawa nafsunya, tidak akan takut kepada Sang Pencipta.
Islam sangat kompleks dalam mengatur seluruh urusan manusia mulai dari manusia bangun tidur hingga manusia bangun negara. Karena Islam datang sebagai petunjuk dan cahaya bagi manusia. Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam, aturan Islam mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain, seperti hubungan laki-laki dan perempuan dalam ikatan pernikahan, batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan sangat rinci di dalam aturan Islam. Ibarat sebuah menu makanan, kesesatan ide liberalisme hari ini terhidang setiap hari dihadapan remaja kita. Hanya saja dengan pembinaan intensif yang berkesinambungan akan bisa melawan bahaya liberalisasi, hal ini harus disadari oleh orang tua dan remaja Muslim untuk mencari wadah pembinaan Islam kafah agar tidak terpapar virus liberalisme.
Kerinduan terhadap penerapan Islam kafah harus senantiasa dimunculkan dan dijadikan motivasi pada remaja hari ini untuk giat belajar dan memperjuangkan Islam kafah. Karena hanya dengan Islam yang menjamin dan memberantas ide-ide fasad yang menyesatkan remaja hari ini. Ketika hari ini sebuah sistem Islam itu belum ada, maka tugas kita sebagai remaja yang harus memulai dan mengambil aksi untuk melakukan perubahan menuju kemenangan Islam. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by pexels.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






