TKA Melenggang Masuk Saat Rakyat Harus Patuh PPKM

Sistem Islam akan melahirkan seorang pemimpin terbaik yang amanah dan penuh empati mengerti akan sebuah tanggung jawab dalam me-riayah umat. Dari pemimpin yang terbaik akan melahirkan pula kebijakan yang solutif tidak membuat rakyat menderita, kebingungan, dan sakit hati. Pemimpin yang lahir dari sistem Islam akan tunduk pada hukum syara’, paham semua yang dilakukan akan dipertanggung jawabkan termasuk kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan untuk me-riayah umat.
Oleh Opa Anggraena
JURNALVIBES.COM – “Keberhasilan pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin.” (Abdurrahman Wahid)
Tentu saja kata-kata ini akan menjadi pengingat bagi seorang pemimpin. Tidak akan ada keberhasilan seorang pemimpin jika tidak mampu membuat rakyat yang dipimpinnya sejahtera. Termasuk jika seorang pemimpin mengeluarkan kebijakan yang tidak memihak rakyat, karena seorang pemimpin bertanggung jawab penuh atas kehidupan rakyat yang dipimpinnya .
Polemik PPKM sebagai bentuk usaha pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus Corona terus terjadi. Saat ini rakyat dibuat geram dengan adanya pemberitaan bahwa TKA melenggang masuk ke Indonesia di tengah penerapan PPKM. Kabar ini dibenarkan oleh Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I, Iwan Risdianto, adanya kedatangan puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk membangun smelter di Kabupaten Banteang, Sulawesi Selatan.
“Benar mereka (TKA) kerja kontrak perusahaan untuk (membangun) Smelter,”. Dua puluh orang pekerja asing yang datang itu rombongan ketiga, totalnya sudah 46 orang,” sebutnya. (Antaranews, 05/07/21)
Hal ini pun mendapatkan tanggapan dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta kepada pemerintah agar selama pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat pemerintah mengambil langkah tegas dengan melarang WNA masuk ke Indonesia, dengan alasan berwisata maupun bekerja. Menurutnya, larangan ini penting agar kebijakan PPKM Darurat berjalan efektif dan penerapannya tidak diperpanjang setelah berakhir pada 20 Juli mendatang.
“Efektivitas dari kebijakan ini penting untuk diperhatikan, supaya pemberlakuannya hanya sekali saja dan tidak berdampak negatif yang cukup dalam terhadap berbagai sektor,”. (CnnIndonesia, 04/07/21)
Kebijakan Tumpang Tindih Lahir dari Penguasa yang Tidak Amanah
Ironis sekali, di saat rakyat dipaksa patuh pada kebijakan pemerintah, namun pemerintah sendiri memberi kebijakan yang tidak merata dan terkesan pilih-pilih. Ketika rakyat harus berkorban menjaga dan menahan diri dari segala aktivitas mereka termasuk mencari nafkah untuk berkontribusi memutus penyebaran Covid-19 di sisi lain para TKA (Tenaga Kerja Asing) melenggang masuk ke negara Indonesia, padahal kasus Corona juga disebabkan masuknya varian baru yang datang dari luar.
Mudahnya perizinan bagi TKA bekerja di dalam negeri adalah wujud penerapan ekonomi liberal kapitalistik yang diterapkan negeri ini. Ditambah dukungan UU Cipta Kerja.
Bagaimana bisa kebijakan ini akan berhasil untuk menekan laju penyebaran virus kalau kebijakannya tumpang tindih. Kita tengok ke belakang, pada awal pemerintah mengeluarkan adanya kebijakan PSBB, namun pariwisata tetap dibuka dan pada akhirnya tidak berhasil hingga saat ini kasus Covid-19 masih melonjak tinggi. Sekarang pun aturan yang sebenarnya sama dengan istilah yang berbeda juga tidak akan berhasil karena kebijakan yang dikeluarkan masih tumpang tindih.
Kebijakan yang tidak konsisten membuat rakyat sakit hati dan akan membuat kepercayaan rakyat terhadap semakin pemerintah hilang. Jika seperti ini keseriusan pemerintah dalam menekan laju penyebaran virus perlu dipertanyakan. Apa yang sebenarnya pemerintah utamakan rakyat atau pemulihan ekonomi.
Dalam sistem kapitalisme kita paham betul ekonomi adalah prioritas. Ekonomi yang kolaps sangat mengkhawatirkan para kapital. Sistem yang rusak ini pun melahirkan penguasa minim empati, lupa akan amanah yang seharusnya meriayah umat dengan penuh tanggung jawab.
Sistem Islam Lahirkan Pemimpin Amanah
Sistem Islam akan melahirkan seorang pemimpin terbaik yang amanah dan penuh empati mengerti akan sebuah tanggung jawab dalam me-riayah umat. Dari pemimpin yang terbaik akan melahirkan pula kebijakan yang solutif tidak membuat rakyat menderita, kebingungan dan sakit hati.
Pemimpin yang lahir dari sistem Islam akan tunduk pada hukum syara’, paham semua yang dilakukan akan dipertanggung jawabkan termasuk kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan untuk me-riayah umat.
Apalagi kebijakan yang berkaitan dengan nyawa manusia. Penuh ke hati-hatian dalam mengeluarkan kebijakan agar tidak menzalimi umat. Kebijakan dan solusi yang dikeluarkan akan selalu berdasarkan hukum syara’ yang terjamin akan menjadi solusi yang tepat tanpa menzalimi umat, karena mereka yakin setiap kepemimpinan akan dimintai pertanggung jawaban. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






