Opini

Penutupan MTQ Diwarnai Musik Remix, Bukti Lemahnya Pemahaman Islam

Meskipun saat ini kanalisasi dan propaganda peran pemuda dilakukan begitu rapi, tetapi kalam Ilahi tidak bisa terkalahkan oleh kalam konstitusi. Hanya dakwah Islam kafah yang mampu meluruskan para pemuda hingga mereka menyadari tugas utamanya sebagai makhluk Allah Ta’ala.


Oleh Nasywa Adzkiya
(Aktivis Muslimah Kalsel)

JURNALVIBES.COM – Beberapa waktu yang lalu publik dihebohkan dengan tersebarnya video penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Li Syiarili Islam XLV tingkat Kabupaten Banjar di Mataraman (Kalsel) yang diiringi dengan musik dangdut remix. Penonton pun terbawa suasana lalu berjoget dan jingkrak-jngkrak dengan masih menggunakan baju Muslim pada Rabu malam 15 Juni 2022.

Banyak pihak yang mengecam aksi jingkrak-jingkrak dalam video tersebut. Bagaimana tidak, sebuah perhelatan agenda besar Islam, yang seharusnya untuk memuliakan Al-Qur’an justru diwarna dengan aksi yang tak pantas tersebut. (Radarbanjarmasin, 16/06/2022)

Bupati Banjar Saidi Mansyur pun angkat bicara. Beliau menyayangkan tak terkontrolnya malam penutupan MTQ. “Memang ada penampilan hiburan itu setelah selesai acara. Mestinya tetap terkontrol, karena tidak senapas dengan acara malam tersebut,” ujarnya di sela-sela menerima penghargaan SP4N Lapor di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis (16/6)

Melalui rilis yang diterima wartabanjar.com, Camat Mataraman Agus Hidayat selaku Ketua Panitia Pelaksana MTQ XLV memberikan klarifikasi terkait viralnya video tersebut.
Agus Hidayat dalam klarifikasinya dirinya selaku Ketua Panitia Pelaksana MTQ XLV Li Syiaril Islam Tahun 2022 di Kecamatan Mataraman klarifikasi tertulis yang menyampaikan bahwa kejadian tersebut di luar kontrol panitia. Pihak yang terkait pub telah meminta maaf atas viralnya video tersebut. (Wartabanjar.com, 16/06/2022)

Pengaruh Pemahaman Barat

Aksi joget-joget pada penutupan MTQ di Kalsel ini sungguh sangat disayangkan. Hal ini begitu kontras dengan image Martapura yang dikenal sebagai Kabupaten yang kental dengan sisi religius. Ditambah lagi dengan adanya seorang makam Ulama terkenal yaitu Abah Guru Sekumpul. Kabupaten ini dipandang sebagai kabupaten yang sangat Islami dan suasana Islam di Kabupaten tersebut sangatlah kental.

Hal ini menunjukan bahwa sebenarnya pemahaman Islam di tengah umat masih sangat lemah. Ibadah nafsiyah mereka mungkin luar biasa. Namun ketika tidak dibarengi dengan pemahaman Islam yang benar, justru akhirnya kontras dengan perilaku.

Sejak kebangkitan Eropa, perang pemikiran antara Islam dan Barat terus terjadi. Barat Kafir sangat gencar mengampanyekan ide-ide mereka kepada umat Muslim khususnya para pemuda. Musuh Islam tidak akan tinggal diam melihat potensi pemuda yang besar ini. Mereka yang tidak menginginkan kaum Muslim bersatu atau kembali mengambil Islam secara sempurna akan menghalalkan segala cara untuk menghalangi kebangkitan Islam.

Sistem kehidupan yang hari ini dibangun atas dasar sekularisme membuat umat jauh dari pemahaman Islam yang benar. Sekularisme telah menjadikan masyarakat beribadah sesuai Islam namun tidak mau mengambil Islam sebagai aturan kehidupan. Akhirnya Islam hanya dijadikan sebagai ibadah ritual semata. Inilah yang menyebabkan banyaknya masalah-masalah yang terjadi pada kaum muslim.

Barat juga gempar mengkampanyekan ide-ide yang bertentangan dengan Islam seperti pluralisme, feminisme, liberalisme yang mengarah pada kebebasan bertingkah laku. Mereka juga mempengaruhi para pemuda dengan tayangan hiburan yang melenakan. Baik dari musik hingga fashion. Umat semakin jauh dari Islam dan tidak mau diatur oleh aturan Islam. Barat juga membuat skenario islamofobia. Islam digambarkan seperti agama yang begitu menyeramkan. Sehingga umat Islam takut dengan agamanya sendiri.

Perlu Perubahan Sistemik

Rusaknya pemahaman Islam di tengah-tengah kaum Muslim sudah sangat jelas adanya peran dan skenario terstruktur dari Barat. Oleh karena itu harus ada perubahan yang terstruktur dan sistematis pula untuk menyelamatkan generasi Muslim.

Meskipun saat ini kanalisasi dan propaganda peran pemuda dilakukan begitu rapi, tetapi kalam Ilahi tidak bisa terkalahkan oleh kalam konstitusi. Hanya dakwah Islam kafah yang mampu meluruskan para pemuda hingga mereka menyadari tugas utamanya sebagai makhluk Allah Taala.
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri.’?” (QS Fusilat: 33)

Mengutip sebuah tulisan dari Muslimahnews (12/06/2022) dengan potensi pemuda yang begitu besar, perlu untuk mengarahkan mereka diarahkan kepada perubahan yang benar. Bagi pemuda Muslim, kebenaran hanya ada pada Allah Taala. Sumber ilmu pengetahuan ada pada Al-Qur’an. Oleh karenanya, pemuda yang meletakkan keimanan di atas akal akan senantiasa mendapat petunjuk ke jalan yang lurus.

Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (TQS Al-Isra: 9)

Para pemuda masa kini perlu mencontoh para pendahulunya, yaitu pemuda generasi sahabat. Mereka memegang Islam dengan kuat, memperjuangkannya di tengah kaum kafir Quraisy tanpa ragu, hingga mengorbankan nyawa demi tegaknya dien Islam. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button