V-Day: Tak Ada Kebaikan di Dalamnya

Kasih sayang memang tidak dilarang dalam Islam, namun tentu ada peraturan yang telah Allah berikan di dalam Al-Quran untuk menyikapi rasa kasih sayang itu sendiri.
Oleh: Aqila Ghania Syaakirah
JurnalVibes.com – Sadarkah kamu kalau kita sudah di bulan Februari. Ada apa dengan Februari? Pasti kamu tahu apa yang terjadi di bulan Februari. Tepatnya pada tanggal 14, yaitu hari yang dinamakan sebagai hari kasih sayang atau valentine day.
Banyak sekali kasus seks bebas, tempat-tempat hiburan yang ramai, pembelian kondom yang meningkat ketika valentine’s day tiba. Bahkan tak banyak di antara pelakunya adalah murid SD dan SMP.
Perlu kita ketahui, bahwa valentine’s day bukanlah budaya Islam dan tidak berasal dari Islam. Melainkan ia berasal dari Yahudi dan Nasrani, yaitu orang-orang kafir. Yahudi dan Nasrani adalah selama-lamanya musuh Islam, mereka akan terus berupaya dengan segala cara agar kaum muslimin meninggalkan keyakinannya.
Dalam dalil syara’ kaum muslimin dilarang untuk melakukan tasyabbuh bil kuffar, yaitu menyerupai ciri khas kaum kafir. Walaupun ada beberapa orang yang tidak ada niat untuk menyerupai kaum kafir. Hal ini tetap dilarang.
Rasulullah Sallahu Wa’alaihi Wa Sallam bersabda:
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Sungguh kalian akan mengikuti jalannya umat-umat terdahulu, sejengkal demi sejengkal, sedepa demi sedepa, sehingga seandainya mereka masuk lubang dhab (sejenis kadal), maka kalian akan mengikutinya”. Lalu para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksud umat terdahulu itu adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (Muttafaqun ‘alaih).
Hadist ini menjelaskan, bahwa perbuatan tasyabbuh bil kuffar bisa mengakibatkan keburukan. Yaitu ittiba’ bil kuffar (mengikuti jalannya orang-orang kafir).
Valentine’s day ini sejatinya menjadi salah satu penyebab inti dari terjadinya rekonstruksi identitas generasi serba bebas. Generasi yang jauh dari Islam. Dan pastinya akan berujung kepada generasi liberal yang permisif, serba membolehkan dan mengizinkan tindakan maksiat yang terjadi di sekitarnya walau tahu hal tersebut haram hukumnya.
Kasih sayang memang tidak dilarang dalam Islam, namun tentu ada peraturan yang telah Allah berikan di dalam Al-Quran untuk menyikapi rasa kasih sayang itu sendiri.
Allah Subhanahu Wata’ala telah membatasi pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Contohnya, laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tidak boleh berkhalwat, tidak boleh berpacaran, dibolehkan berkomunikasi bila terpaksa dan ada kepentingan yang mendesak dan lain sebagainya.
Valentine’s day berasal dari perayaan romawi yang menyesatkan. Dimana dilaksanakan dengan tujuan untuk merayakan dewa dan dewi kesuburan. Mereka merayakannya dengan cara laki-laki dan perempuan akan diundi untuk melakukan perzinaan.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 32 yang artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”
Ayat ini menjelaskan bahwa kita dilarang untuk mendekati zina dan segala perbuatan yang mengarah kepadanya, karena zina adalah perbuatan yang keji dan sangat jelas keburukannya. Dalam Islam, laki-laki dan perempuan yang melakukan perzinaan dengan status belum menikah, hukumannya adalah didera sebanyak seratus kali untuk keduanya.
Kita bisa tahu, bahwa perayaan valentine’s day ini dekstruktif, yang berarti tak ada kebaikan sama sekali di dalamnya. Sedangkan, di sisi lain, segala sesuatu yang melanggar syariat Allah, pasti tidak ada kebaikan di dalamnya, melainkan keburukan dan kejahatan yang sering kali berhasil menutup mata dan telinga manusia.
Sebagai seorang muslim, hendaklah ia memiliki kebanggaan terhadap agamanya dan janganlah ia merasa tidak ada yang mengawasinya hingga merasa bebas untuk melakukan maksiat.
“Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu.” (QS. An-Nisa’: 123).
Kemaksiatan itu merupakan siksaan bagi kemaksiatan yang lainnya, sedang kebaikan setelah kebaikan adalah balasan bagi kebaikan yang artinya, dipermudah untuk berbuat kebaikan setelah kebaikan dan sebaliknya.
Jadi, sekarang kamu sudah tahu kan? Bahwa ikut merayakan hari kasih sayang dilarang oleh Islam. Sekarang, coba lihat di sekitarmu. Masih banyakkah saudara atau teman dekatmu yang merayakan valentine’s day?
Yuk, Mari bersama-sama menyelamatkan generasi muslim melalui dengan membagikan artikel ini! Agar kita semua bisa mengembalikan identitas intelektual peradaban yang senantiasa berpegang pada syariat Allah.
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@journalvibesdotcom atau redaksi@jurnalvibes.com





