Resensi Buku

Pesta di Hutan Gelap

Ulasan buku "ILY" karya Tere Liye

Oleh : Nurina Hasna Kamila

________________________________

Judul buku: ILY
Penulis: Tere liye
Penerbit: Sabakgrid
Tahun terbit: 2024
Jumlah halaman: 380 halaman

ILY merupakan buku ke-15 dari serial buku Bumi karya Tere Liye. Menceritakan lanjutan dari kisah di buku ke-14 Matahari Minor tentang Raib, Seli, dan Si Putih, kucing peliharaan paralel raib bertualang di klan Matahari Minor. Mereka mengikuti petunjuk demi petunjuk yang dikirim lewat mimpi untuk mencari teman mereka Ily yang diketahui telah berubah jahat karena bunga matahari hitam. Di dalam perjalanannya, mereka berusaha mati-matian kabur dari hutan gelap yang selalu berpindah tempat setiap malamnya. Mereka pun bertemu dengan Tazk, ayah Raib yang kini telah berubah jadi jahat dan menjadi Raja Hutan Gelap. Dibantu dengan kanselir dari ibu kota Klan Matahari Minor dan No-u petarung dunia paralel yang melakukan bonding dengan Si Putih mereka melawan Raja Hutan Gelap Tazk dan Panglima Hutan Gelap Ily.

Buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Seli. Banyak “plot twist” yang menjadi jawaban dari para pembaca di seri-seri sebelumnya. Sekaligus sebagai cerita pembuka dari cerita perang Aldebaran yaitu klimaks dari serial ini. Pembaca akan merasakan suasana mencekam, senang, hingga nangis tersedu-sedu. Nuansa horor juga terasa kental ketika tokoh memasuki hutan gelap dengan deskripsi m*yat-m*yat anak dan juga d*rah.

Novel ini mempunyai nilai-nilai persahabatan yang erat antara Raib dan Seli. Bagaimana mereka saling mendukung dan tak meninggalkan satu sama lain. Soal pengorbanan dan memilih pilihan yang sulit, semuanya mengalir ringan dan tak membosankan. Salah satu yang menjadi favorit saya dari novel ini adalah dimana penulis menunjukkan sisi kemanusiaan dari tokoh-tokohnya. Selama ini, tokoh utama Raib, Seli, dan Ali selalu diperlihatkan begitu heroik dan sempurna. Namun pada cerita ini, penulis menonjolkan walaupun Seli dan Raib sudah sering kali terlibat perang antar klan dan menghadapi situasi super serius, tetapi di sisi lain mereka tetap remaja yang bisa salah dan perlu bimbingan. Itu menjadikan sifat tokoh menjadi lebih manusiawi dan pembaca bisa lebih terhubung dengan tokoh.

Secara umum buku ini tidak punya kekurangan, dan sangat ringan untuk dibaca oleh remaja. Buku ini bisa menjadi pilihan untuk teman bersantai di akhir pekan sambil mengambil hikmah yang terkandung dalam buku.[]


Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button