Opini

Gen Z Menganggur, Siapa yang Harus Disalahkan?

Dalam Islam, negara wajib memperhatikan dan menjaga nasib generasinya. Memastikan segala kebutuhannya terpenuhi termasuk pekerjaan dan pendidikan. Islam menjadikan Sumber Daya Alam sebagai milik masyarakat umum dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab negara.


Oleh Siti Uswatun Khasanah

JURNALVIBES.COM – Hari ini Generasi Z mendominasi demografi di negeri ini. Generasi ini merupakan generasi yang lahir di tahun 1997-2012. Mereka lahir di era teknologi yang kian berkembang pesat, bahkan generasi ini yang juga terlibat dalam perkembangannya.

Generasi ini merupakan generasi muda yang tentunya menjadi perhatian dan sorotan generasi lainnya. Generasi Z dengan segala keunikan dan karakteristik yang berbeda-beda ini menopang banyak tugas dan tanggung jawab sebagai tonggak peradaban. Namun sayangnya, hari ini banyak Gen Z yang menganggur.

Dikutip dari kompas (24/05/24), Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa hampir 10 juta penduduk Indonesia generasi Z berusia 18-24 tahun menganggur atau tanpa kegiatan. Banyak dari mereka yang tercatat sebagai lulusan SMA dan perguruan tinggi. Menurut analisa Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, faktor permasalahan ini adalah tidak sinkronnya pendidikan dengan permintaan tenaga kerja, juga turunnya lapangan pekerjaan di sektor formal.

Sebenarnya fenomena menjamurnya pengangguran ini sudah terjadi sebelum era Generasi Z, namun lebih meningkat lagi di kalangan generasi Z ini. Seharusnya banyaknya pengangguran ini menjadi introspeksi bagi pemerintah yang gagal menciptakan lapangan kerja yang luas bagi generasi. Sebabnya fenomena ini tidak terjadi hanya pada satu atau dua orang saja. Namun ada 10 Juta orang yang mengalami kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan ini adalah permasalahan struktural bukan permasalahan individual.

Di satu sisi para pemuda luntang-lantung ke sana kemari membawa surat lamaran, di sisi lain kebijakan negara memudahkan investor asing dan tenaga kerja asing mencari cuan di Indonesia. Termasuk pengelolaan sumber daya alam di Indonesia yang senantiasa dikuasai oleh asing, misalnya Freeport. Alhasil anak negeri menjadi asing di negeri sendiri, seolah-olah menjadi budak dan pengangguran di negeri sendiri. Selain itu pendidikan juga masih menjadi salah satu syarat diterimanya tenaga kerja, namun akses pendidikan dipersulit, harga pendidikan dijual mahal.

Ini adalah salah satu masalah dari sekian banyak masalah yang dialami oleh generasi Z. Generasi makin terpuruk di tengah gempuran sistem kapitalis hari ini. Permasalahan tersistem yang juga membutuhkan solusi yang tersistem. Sistem yang salah kaprah hari ini, sistem rusak sekuler kapitalis. Sistem yang tidak memberikan perhatian pada nasib generasi, hanya memikirkan materi untuk para pemilik modal dan memberikan kekayaan pada para penguasa. Bahkan adanya fakta bahwa banyak Gen Z yang menganggur saja yang mereka khawatirkan hanya menurunnya setoran pajak. Tidakkah mereka memikirkan solusi dari permasalahan ini? Generasi butuh solusi hakiki.

Dalam Islam, negara wajib memperhatikan dan menjaga nasib generasinya. Memastikan segala kebutuhannya terpenuhi termasuk pekerjaan dan pendidikan. Islam menjadikan Sumber Daya Alam sebagai milik masyarakat umum dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab negara. Islam menutup rapat pintu masuk negara asing untuk menguasai sumber daya alam yang ada di dalam negeri apalagi membawa tenaga kerja asing yang tidak dibutuhkan.

Pengelolaan sumber daya alam oleh negara inilah yang akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi generasi. Negara juga akan memfasilitasi dan memudahkan generasi untuk bekerja sesuai minat dan bakatnya.

Negara menjamin pendidikan yang mudah diakses bagi generasi. Pendidikan yang sesuai dengan visi misi Islam untuk membentuk generasi bertakwa dan membangun peradaban yang mulia. Generasi tangguh yang siap berjuang untuk membumikan Islam. Namun, negara juga menyediakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan serapan tenaga kerja yang sesuai dengan minat dan bakat generasi.

Melihat semua fakta tersebut apakah kita akan mempertahankan sistem yang saat ini diterapkan? Sistem yang belum terbukti mampu memberikan solusi nyata terhadap semua permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat x termasuk masalah pengangguran? Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button