Opini

Kejutan Ultah Berujung Maut, Perilaku Remaja Semakin Rusak?

Dalam pandangan Islam, remaja adalah aset paling berharga yang akan membawa perubahan dalam membangun bangsa. Maka peran orang tua sangat penting di setiap perubahan anak. Peran masyarakat dan negara juga sangat penting dalam menghadirkan lingkungan yang sehat.


Oleh Fiani
(Aktivis Muslimah)

JURNALVIBES.COM – Lagi-lagi perilaku remaja membuat kita was-was. Rasa gelisah tentu tidak terelakkan saat mendengar dan menyaksikan perilaku remaja. Apa yang ada di benak mereka, sehingga perbuatan sia-sia dianggap mendatangkan kebaikan tanpa memikirkan apa risikonya. Salah satunya kita dikejutkan dengan berita kejutan ultah yang berujung maut.

Hati seorang ibu tentu sangat sedih dengan kehilangan nyawa anaknya, berharap anaknya selalu sehat saat pulang sekolah. Tapi sikap mereka menghancurkan harapan orang tua. Kerja keras orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya agar menjadi anak yang pintar dan berprilaku baik, harus berakhir karena tradisi mengikuti tren.

Dikutip laman Solopos (10/7/2024), kejutan ultah dari teman-teman Fajar Nugroho selaku ketua osis SMAN 1 Cawas berakhir duka akibat tersetrum menginjak kabel listrik dari mesin pompa kecil yang berada di kolam, yang berawal dari kejutan dengan ditabur tepung dan diceburkan ke kolam. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit tapi kehendak Allah berkata lain, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Meskipun musibah yang menimpa Fajar adalah hal yang tidak terduga, seharusnya ini menjadi alarm buat kita semua. Pihak orang tua, sekolah, masyarakat terutama pihak negara, untuk selalu berpartisipasi dalam menjalankan perannya masing-masing untuk memberikan edukasi Islam kepada anak-anak maupun remaja untuk berprilaku baik dan benar sesuai dengan tuntunan syariat, agar tidak ada lagi canda yang berujung maut.

Masa remaja adalah transisi, peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dan kita melihat akan banyak perubahan-perubahan yang di alami oleh remaja. Mulai dari perubahan fisik, psikologis, hormonal, kehidupan bahkan perubahan cara berfikir. Maka setiap sikap yang diambil remaja dengan berbagai aksi yang dilakukan adalah hasil dari apa yang mereka lihat, rasakan, dan apa yang dipahami.

Kebanyakan remaja berpikir masa muda adalah masa mencari jati diri dengan mencoba hal-hal baru, unik bahkan hal yang ekstrem hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka. Seperti bully teman lewat media sosial maupun di dunia nyata, tawuran, penyalahgunaan narkotika, merokok dan masih banyak lagi kasus lainya. Kasus-kasus tersebut akan terus meningkat dilingkup pelajar seperti, kasus bullying atau perundungan terdapat 30 kasus di sekolah sepanjang tahun 2023 meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 21 kasus. (katadata, 18/7/2024)

Sebenarnya, masih banyak kasus lainnya yang membuat orang tua mengelus dada dan mengkhawatirkan nasib pendidikan anak-anak remajanya. Lalu, siapa yang bertanggung jawab atas masalah ini? Tentu kita semua dengan mendampingi mereka dan memberikan pendidikan terbaik yang tidak hanya fokus pada nilai akademik tapi juga akhlak dan spiritualnya.

Pendidikan ala kapitalis hanya bisa melahirkan pemuda yang berpikir pragmatis, individualistis, rapuh,egois dan hidup bebas yang jauh dari Tuhan nya. Sifat seperti ini akan mengantarkan pada rusaknya karakter remaja yang selalu menang sendiri. Sistem kapitalis sekuler yang hanya memberikan perubahan semu.

Hal ini tentu berbeda dengan Islam. Dalam pandangan Islam, remaja adalah aset paling berharga yang akan membawa perubahan dalam membangun bangsa. Maka peran orang tua sangat penting di setiap perubahan anak. Peran masyarakat dan negara juga sangat penting dalam menghadirkan lingkungan yang sehat. Namun, pemahaman tentang hidup akan berpengaruh dalam sikap mengambil keputusan. Tentu pemahaman yang salah tentang hidup akan mengantarkan pada perilaku sia-sia, sedangkan pemahaman yang benar dalam proses berfikir cemerlang tentang kehidupan dunia, sesudah dan setelah kehidupan akan mengantarkan pada perilaku yang mendatang kebaikan

Hal ini bisa dicapai dengan melakukan pembinaan dan pengajaran tentang Islam kafah, agar mereka bisa mengerti mana yang wajib, sunah, mubah, makruh dan yang haram. Maka dengan mudah menjalankan apa yang diperintahkan Allah Swt. Bahkan dalam setiap episode hidupnya akan selalu mengamalkan kebaikan dan mencegah dirinya dari perilaku yang buruk. Maka kata pemuda yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai sosok yang memiliki mental tangguh berani melawan kebatilan, seperti kisah Zubair bin Awam seorang pemuda yang kokoh akidah dan terpuji akhlaknya.

Begitu juga dengan Muhammad Al-Fatih, dalam usia mudanya mampu memimpin dan menaklukan konstatinopel di Romawi Timur, kemudian kisah tujuh pemuda yang bersembunyi di dalam gua selama 309 tahun yang disebutkan dalam firman Allah yang artinya: “kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka” (TQS. Al-Kahfi: 13).

Pemuda yang beriman kepada Allah Swt. akan selalu mengejar akhirat dengan melakukan kebaikan tanpa pamrih dan lisannya hanya pada kebaikan. Maka, pemuda seperti ini tidak akan lahir dari sistem kapitalis sekuler. Tugas utama kita hanya mendakwahkan Islam kafah di tengah-tengah umat, dengan memberikan gambaran atas persoalan yang terjadi hari ini belum terselesaikan.

Maka tidak ada solusi lain untuk mewujudkan lahirnya generasi muda yang memiliki kepribadian Islam selain dengan menerapkan Islam kafah dalam setiap sendi kehidupan. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by bingdesigner.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button