Opini
Trending

Campak Kembali Meluas, Tak Cukup Dengan Vaksinasi

Dalam Islam, kebutuhan pokok individu seperti sandang, pangan, papan serta kebutuhan pokok komunal salah satunya layanan kesehatan menjadi tanggung jawab negara.


Oleh Nabila Sinatrya

JURNALVIBES.COM – Penyakit Campak mulai meluas di berbagai propinsi, para orang tua dihimbau untuk waspada. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyampaikan sudah lebih dari 53 Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di 34 kabupaten/kota dan 12 provinsi telah melaporkan kasusnya.

Melansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id (20/01/2023), Campak disebabkan oleh virus campak dan penularannya melalui droplet, percikan ludah saat batuk, bersin, bicara, atau bisa melalui cairan hidung. Campak ini salah satu penyakit yang sangat menular. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) jika satu orang terinfeksi, maka sembilan dari 10 orang di sekitarnya juga akan terinfeksi jika mereka tidak divaksinasi.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Saraf Anak, dr Arifianto SpA(K) menjelaskan ada tiga faktor yang memicu meningkatnya kasus campak di Indonesia. Pertama, menurunnya cakupan imunisasi (imunisasi MR) selama pandemi Covid-19. Kedua, kekhawatiran orang tua setelah imunisasi akan menimbulkan efek samping. Ketiga, masih banyak orang tua yang memiliki persepsi bahwa campak adalah penyakit ringan dan tidak perlu adanya imunisasi.

Pemerintah memiliki target eliminasi dua penyakit menular di tahun 2023, serta melakukan surveinals campak dan rubella. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menghimbau agar tetap waspada pada penularan campak, karena berpotensi juga menyerang orang dewasa.

Himbauan tersebut tentu tidak akan berpengaruh jika kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin tidak dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat butuh pemahaman mengenai penyakit campak, juga tentang gaya hidup sehat sebagai upaya penularan berbagai penyakit, terus menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan menggunakan masker sebagaimana Covid-19.

Selain itu, penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Morbili Virus ini terjadi saat angka prevalensi stunting balita masih cukup tinggi, yaitu 21,6 persen (Data 2022). Tengkes sangat erat kaitannya dengan kemiskinan yang dapat membuat anak kekurangan gizi dan sistem imun anak tidak dapat bekerja optimal termasuk dalam melawan penyakit campak.

Hal ini semakin menegaskan bahwa negara belum berhasil dalam melindungi rakyat. Penyakit apapun tidak akan pernah tuntas selama negeri ini masih mengadopsi sistem kapitalisme, di mana kekayaan umat hanya dikuasai oleh segelintir orang. Konsekuensinya rakyat kesulitan dalam mengakses kebutuhan karena tingginya harga. Masih banyak rakyat hidup di tempat tinggal yang kurang layak, makan makanan yang kurang bergizi, dan jangkauan pelayanan kesehatan masih tak terjangkau.

Cara hidup dalam sistem kapitalisme sangat bertolak belakang dengan Islam. Dalam Islam, kebutuhan pokok individu seperti sandang, pangan, papan serta kebutuhan pokok komunal salah satunya layanan kesehatan menjadi tanggung jawab negara.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Pemimpin negara adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus,” (HR Bukhari)

Sehingga, pemerintah tidak hanya memberi vaksinasi tapi juga memperhatikan dari yang paling mendasar, seperti memastikan setiap rakyatnya hidup sehat dan terhindar dari penyakit menular. Jikalau sudah terjadi penyebaran, maka pemerintah harus cepat untuk memutus rantai penularan dengan 3T (Testing, Tracking, dan Treatment). Hal ini membutuhkan fasilitas kesehatan yang menunjang dan ditanggung penuh oleh negara, pembiayaan lembaga kesehatan didapat dari baitul maal, yaitu hasil dari pos kepemilikan umum (sumber daya alam).

Begitulah cara Islam menangani penyakit menular, tidak hanya mengatasi pengobatan tapi juga pencegahan. Sehingga masyarakat dari berbagai kalangan benar-benar terlindungi dari serangan penyakit menular. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by istockphoto.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button