Kehidupan Individualistis Buah dari Sistem Kapitalis

Seorang pemimpin harus mengerti tentang konsep kepemimpinan dan keadaan umat yang dipimpinnya. Mulai dari memenuhi kebutuhannya, memahami kesulitannya, dan menyelesaikan semua problem yang dihadapi masyarakat.
Oleh Dewi Kania
(Aktivis Muslimah)
JURNALVIBES.COM – Dewasa ini tingkat kepedulian terhadap tetangga kian terkikis, sebab minimnya empati serta hilangnya nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat. Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Pergi pagi pulang malam hanya untuk mengejar materi yang diinginkan. Sampai-sampai untuk sekadar bertegur sapa dengan sesama tetangga saja hampir tidak ada waktu.
Sungguh tragis, kabar tentang tewasnya satu keluarga pada Kamis malam, (10/11/2022) di Jalan Taman Asri 3 Blok AC, RT 7 RW 15, Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat menguncang nalar publik. Kasad Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Haris Kurniawan, menerangkan kejadian yang berawal dari terciumnya bau tidak sedap dari dalam rumah korban. Ternyata ditemukan empat jasad dalam keadaan membusuk, masing-masing bernama Rudianto (71), istrinya Margaret (58), anak perempuannya bernama Dian (40) dan iparnya yang bernama Budianto (68).
Kabar tewasnya keluarga ini baru diketahui setelah tiga minggu dan hingga saat ini polisi belum memastikan penyebabnya. Menurut warga sekitar, keluarga itu dikenal tertutup dan tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga, walaupun sudah bermukim selama 20 tahun lebih. Begitu pun dengan sanak saudaranya yang masih hidup. Hal tersebut disampaikan oleh RT setempat kepada wartawan, Tribunnews.com.Jakarta, Minggu (13/11/2022).
Menurut hasil pemeriksaan dokter Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur, Kombes Pol Pasma Royce, menjelaskan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan, jadi bisa diduga bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot-otonya sudah mengecil. Ada dugaan mereka meninggal pada waktu yang berbeda, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda. Dari lokasi kejadian pun tidak ditemukan bercak darah atau tindak kekerasan, karena keadaan rumah dalam kondisi rapi.
Salah satu kerabat korban merasa ragu jika keempat kerabatnya tewas akibat kelaparan. Sebab, perekonomian korban dalam kondisi yang cukup, mempunyai rumah, dan sempat memiliki kendaraan bermotor. Bahkan sebelum meninggal istri dari korban berjualan kue, serta suaminya Rudianto kerja kantoran dan tidak pernah terdengar jika mereka mengeluh tentang kondisi ekonomi.
Namun, pihak keluarga membenarkan bahwa mereka sudah cukup lama tidak berkomunikasi dengan saudaranya. Seakan-akan mereka menjauh dari para kerabat, sehingga pihak keluarga menyayangkan kejadian tersebut. Jika memang dalam keadaan kekurangan mengapa tidak menghubungi saudara atau tetangga terdekat.
Menurut Pakar Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, beliau tidak setuju jika publik menyalahkan sikap antisosial dari keluarga tersebut. Sebab, itu bukan salah satu alasan atas kematian mereka. Sekalipun pagar rumahnya yang dibangun dengan ukuran cukup tinggi, itupun bukan penyebab atas kematian mereka, dengan alasan keluarga korban tidak pernah bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
Statemen Reza Indragiri ada benarnya. Faktanya, kondisi lingkungan masyarakat saat ini pada umumnya individualis. Itu berarti bahwa meskipun hidup berdampingan, rumah berdekatan, tetapi mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Kondisi masyarakat seperti itu bisa jadi karena mereka sibuk dengan pekerjaan. Atau mungkin sengaja menutup diri dari masyarakat sekitarnya karena merasa tidak nyaman atau alasan ketidakamanan dilingkungan tersebut.
Seharusnya hal di atas tidak terjadi karena manusia adalah mahluk sosial yang harus berinteraksi dengan sesamanya. Bahkan jika memerlukan bantuan, itu adalah sesuatu yang wajar karena memang seperti itulah bertetangga karena tetangga adalah orang terdekat setelah keluarga yang dapat memberikan pertolongan dengan segera ketika seseorang membutuhkannya.
Namun karena kehidupan yang semakin individualis saat ini, banyak tetangga yang tidak saling mengenal, bermusuhan, sibuk dengan urusannya sendiri, bahkan tidak peduli sama sekali. Hal ini biasa terjadi di kota-kota besar yang tingkat individualisnya tinggi. Seperti halnya peristiwa kematian keempat korban di Kalideres yang baru diketahui setelah tiga minggu dan telah membusuk. Hal ini bukti bahwa tidak ada interaksi antara korban dengan warga sekitar.
Dalam Islam, kehidupan bertetangga dibangun dengan rasa tolong menolong dan saling melengkapi. Sehingga akan timbul hubungan yang baik antar tetangga. Kehidupan bertetangga menjadi perhatian penting dalam Islam.
Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: “Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya.”
Memuliakan tetangga dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi tetangga yang kurang beruntung. Ketika seseorang memiliki rezeki yang lebih, tidak ada salahnya untuk membaginya dengan tetangga. Saat tetangganya tertimpa masalah, maka sudah seharusnya sebagai tetangga saling membantu dan menguatkan juga saling bersilaturahmi.
Tentu untuk mewujudkan kepedulian di tengah masyarakat tidak terlepas dari bagaimana cara periayahan seorang pemimpin.
Artinya, seorang pemimpin harus mengerti benar tentang konsep kepemimpinan dan keadaan umat yang dipimpinnya. Mulai dari memenuhi kebutuhannya, memahami kesulitannya, dan menyelesaikan semua problem yang dihadapi masyarakat.
Ini dijelaskan Rasulullah dalam sebuah hadis “Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, dimana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.” (Riwayat Muslim).
Rasulullah sendiri mengajarkan pada umatnya agar selalu berakhlakul karimah yang artinya mempunyai akhlak yang baik. Sehingga akan tercipta hubungan antar masyarakat yang dibangun atas dasar saling menyayangi, mengasihi dan menolong diantara mereka. Dengan demikian, maka tercipta pula kedamaian dan ketenteraman di tengah masyarakat karena mereka saling menjaga satu dengan yang lainnya. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






