Opini

Moderasi Islam, Tampak Nyata Dalam Pesta Riyadh Season

Sudah saatnya kita sadar untuk untuk mempelajari serta memahami Islam yang menjadi pedoman hidup dalam segala aspek sehingga menjadi solusi umat dan menuntun kita ke arah yang lebih berkah.


Oleh Hindun Camelia
(Anggota Komunitas Ksatria Aksara Kota Bandung)

JURNALVIBES.COM – Riyadh season kembali digelar. Acara tersebut menyajikan serangkaian hiburan musik, makanan, dan sebagainya. Tak hanya itu, parade pesta kembang api pun menjadi acara yang ikut menambah semarak. Pada Rabu, 20 Oktober 2021, dengan mengusung tema “Imaging More” Riyadh season digelar di zona Boulevard. Digelar secara langsung dengan lebih dari 2760 drone, kurang lebih ada 7500 acara yang akan meramaikan Riyadh season.

Pertunjukan mencakup penampilan sepeda roda dua Harley Davidson, pesta kembang api, dan konser yang akan dihadiri penyanyi rap dari Cuban-Amerika Serikat yakni Pitbull. Ketua Direksi Otoritas Dewan Umum Saudi Arabia, Turki Al-Sheikh mengatakan acara ini akan dihadiri 750 ribu orang. Masih di Arab Saudi, sebuah pantai Pure Beach dibuka kembali. Berlokasi di dekat Jeddah berdekatan dengan Lagoon Preserve King Abdullah Economic City (KAEC). Tiket masuk Pure Beach, wisatawan harus membayar 300 rial atau sekitar Rp1,12 juta per orang.

Hal ini menjadi pemandangan yang tak biasa di Arab Saudi sebab pada tahun 2017 musik dilarang dibunyikan di tempat umum. Para wanita bisa ke pantai namun areanya dipisahkan dengan pria. Peristiwa yang terjadi di Arab Saudi ini tak lain adalah upaya sekularisasi dan kapitalisasi. Dan salah satu perwujudan visi 2030 yang terkait dengan moderasi Islam.

Secara lugas Putra Mahkota, Mohamed Bin Salman (MBS) menyatakan, kembali kepada Islam moderat merupakan kunci dalam rencananya memoderenisasi Arab Saudi. Dia bertekad menghapuskan sisa-sisa ekstremisme. Ekstremisme tersebut dilukiskan sebagai Arab Saudi sebelum tahun 1979, ketika terjadi revolusi Islam di Iran. Para militan menduduki masjidil Haram, akibatnya hubungan umum dilarang dan para ulama lebih mendapat wewenang untuk mengatur kehidupan masyarakat umum.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington, menyambut baik perkembangan Saudi dan menyebut itu sebagai langkah ke arah yang benar. Saudi Arabia adalah salah satu sekutu kunci Amerika serikat. Komitmennya untuk melawan ekstremisme ditunjukkan dengan kesediaannya sebagai tuan rumah KTT Arab-Islam-Amerika di Riyadh 20-21 Mei 2017. Padahal KTT ini dibuka oleh Donald Trump yang sangat anti Islam. Dalam pidatonya Trump menawarkan kemitraan kepada negara-negara muslim untuk memerangi terorisme dan ekstremisme.

Counter Violence Ekstremism (CVE) adalah propaganda AS yang diaruskan PBB, sebagai rangkaian war of terorism. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memaksa dunia Islam mengadopsi ide-ide islam moderat. Building moderate muslim network adalah rekomendasi RAND coorporation, untuk memenangkan gagasan antara dunia Islam dan barat pasca peristiwa 911. Islam moderat telah menjadi agenda global yang diprogramkan di negeri-negeri Islam, tak terkecuali di Arab Saudi.

Ide-ide Islam ini telah berhasil memolarisasi Islam dalam berbagai faksi pemikiran hingga tataran keyakinan yang menjadikan umat Islam terpecah belah dan semakin jauh dari Islam. Hal ini akan terus menjadi penghalang perjuangan untuk menegakkan syariat Islam, sistem Islam, bahkan melanggengkan sistem kufur.

Islam moderat merupakan rangkaian proses sekularisasi pemikiran Islam ke tengah-tengah umat yang diberi warna baru. Ide ini menyerukan untuk membangun Islam ala Barat, yang terbuka dan toleran terhadap ajaran agama lain dan budayanya. Padahal Islam sudah sangat jelas dari sumber dan petunjuk yang berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala, tidak perlu Islam “embel-embel” lainnya, baik itu Islam Nusantara, Islam Liberal, atau yang sedang ramai dibahas yakni Islam Moderat. Yang kita butuhkan hanya Islam yang sesuai dengan tuntunan Allah pada Rasul-Nya, Muhammad sholallahu ‘alaihi wa salam. Termaktub dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 85, bahwa merugi di akhirat, orang yang tak memilih Islam sebagai pegangan hidupnya, sebagai agamanya.

Umat perlu pemahaman Islam yang benar sehingga umat tidak ragu-ragu bahkan menjatuhkan harga dirinya sehingga memilih Islam yang tak sesuai tuntunan. Umat perlu memahami lagi bahwa Islam moderat dan berbagai acara yang dimunculkan karenanya adalah bentuk pengaruh yang beracun. Sehingga umat perlu membentengi dirinya dengan keimanan dan pemahaman Islam yang mantap.

Maka sesungguhnya kita ketahui, bahwa dengan diadakannya Riyadh Season ataupun dengan hadirnya moderasi beragama yang sejatinya sedang memoderatkan Islam. Memunculkan Islam moderat. Hal inilah yang sedang diusung untuk menghalangi kebangkitan Islam di muka bumi.

Musuh-musuh Islam menyadari kebangkitan Islam di tengah kaum Muslim yang akan menegakan syariat kafah menyatukan seluruh umat Islam di dunia. Melindungi dan membebaskan umat Islam yang tertindas dan menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia. Sehingga menjadi rahmatan lil alamin akan mengancam dominasi mereka. Oleh karena itu umat Islam harus membendung pemikiran Islam moderat dari akarnya dan membuangnya jauh-jauh.

Negara berperan aktif dan turut serta melindungi umat, dari tiap upaya untuk terus menggerus, menistakan, dan melenyapkan akidah Islam. Serta memberi keleluasaan kepada umat untuk belajar dan melaksanakan hukum-hukum Islam secara sempurna. Semua ini hanya mungkin dilakukan jika syariat Islam diterapkan secara total dalam sistem pemerintahan Islam.

Telah jelas bahwa Allah memerintahkan kita untuk mengamalkan Islam secara kafah. Ajaran Islam yang dicontohkan dan dibawa oleh Rasullullah Muhammad Saw. bukan Islam moderat, baik menyangkut kehidupan pribadi, keluarga, maupun bermasyarakat dan bernegara.

Sudah saatnya kita sadar untuk untuk mempelajari serta memahami Islam yang menjadi pedoman hidup dalam segala aspek sehingga menjadi solusi umat dan menuntun kita ke arah yang lebih berkah. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button