Momentum Rajab, Kembali Menuju Islam Kafah

Sudah saatnya kemuliaan Islam dan kaum muslimin kembali memimpin peradaban dengan sistem Islam kafah dalam bingkai Khilafah. Sehingga menjadikan Islam sebagai solusi dan rahmat dalam menuju kehidupan yang selamat dunia akhirat.
Oleh Yulia Hastuti, S.E., M.Si.
(Pegiat Literasi)
JURNALVIBES.COM – Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah berkata: “Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Sya’ban seperti awan, dan bulan Ramadan seperti hujan. Barangsiapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Sya’ban, bagaimana mungkin dia memanen hasilnya di bulan Ramadan.” (Lathâiful-Ma’ârif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali)
Dalam khazanah Islam, bulan Rajab adalah bulan istimewa bagi umat Muslim karena bulan ini merupakan awal mula dari masuk ke bulan Ramadan. Berdasarkan penanggalan kalender Tahun Islam Hijriah, tanggal 1 Rajab 1443 H jatuh pada 2 Februari 2022. Kata Rajab memiliki makna keagungan atau mulia yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai asyhurul hurum atau termasuk bulan yang dihormati.
Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram. Menurut riwayat Al Bukhari dan Muslim, bulan haram tersebut yakni tiga bulan yang berurutan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram), dan satu bulan terpisah, yakni Rajab. Oleh karena itu, keutamaan bulan haram juga merupakan keutaman bulan Rajab, di antaranya diriwayatkan bahwa Qatadah Ra. mengatakan: “Kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada pada bulan-bulan lainnya, walaupun semua kezaliman adalah besar kapanpun waktunya”. Ibu Abbas Ra. juga menyatakan bahwa kebaikan akan lebih besar ganjarannya jika dilakukan pada bulan haram.
Banyak sekali hadis-hadis yang menjelaskan keutamaan di bulan mulia ini, Rasulullah Muhammad Saw. menegaskan soal kemuliaan bulan Rajab itu, yakni: “Bulan Rajab adalah bulan Allah Swt. yang besar dan bulan kemuliaan. Di dalam bulan ini perang dengan orang kafir diharamkan. Rajab adalah bulan Allah Swt., Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku”.
Sejarah mencatat pada bulan Rajab terdapat sejumlah peristiwa penting. Kala itu Nabi Muhammad mulai berdakwah yang direspon dengan penganiayaan terhadap muslim. Allah Swt. kemudian menurunkan firman dan perintahnya kepada Nabi Muhammad.
Pertama, turunnya surat Al Kahfi di Makkah, salah satunya ayat 16.
وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مِرْفَقًا
“Karena kamu juga telah meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka berlindunglah ke dalam gua itu. (Dengan demikian,) niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan bagimu sesuatu yang berguna bagi urusanmu.”
Kedua, turunnya surat Az Zumar ayat 10.
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.”
Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan. Ayat tersebut Allah perintahkan langsung umat Islam untuk hijrah dan menyatakan bahwa bumi cukup luas dan orang-orang beriman tidak boleh menganggap diri mereka dibatasi oleh kekuatan.
Ketiga, hijrah pertama kaum Muslim dari Mekkah di mana mereka mendapatkan penindasan, menuju ke negeri dengan penguasa yang adil, Abyssinia. Pada Rajab tahun kelima kenabian, saat umat semakin sekelompok dua belas pria dan empat wanita menuju Abyssinia (Ethiopia). Di antara para muhajirin adalah Ustman bin Affan dan istrinya, Ruqaiyah.
Melihat sejarah masa pra Islam banyak keistimewaan Rajab yang merupakan salah satu bulan haram atau suci di kalangan bangsa Arab yang sangat dimuliakan. Antara lain adalah dengan melarang terjadinya peperangan atau pertumpahan darah pada bulan ini. Sementara peristiwa-peristiwa penting lainnya yang terjadi di bulan Rajab adalah lahirnya Ali bin Abi Thalib, terjadinya perang Tabuk, wafatnya imam Muslim dan imam Asy-Syafii, serta terjadinya perjalanan Rasulullah Saw. untuk menemui Allah di Sidratul Muntaha dalam peristiwa besar yaitu Isra’ Mi’raj.
Dalam momen istimewa ini beliau diperintahkan untuk melaksanakan kewajiban salat sekaligus dikukuhkannya baginda sebagai pemimpin umat manusia.
Peradaban besar juga terjadi di bulan mulia ini. Daulah Islamiyah mampu ditegakkan oleh Nabi Saw. di Madinah. Allah ‘Azza wa jalla mempertemukan Nabi Saw. dengan kaum Anshar yang memiliki kemuliaan sehingga kehormatan, darah, kemuliaan, harta, dan jiwa manusia dapat terjaga.
Generasi berikutnya bulan Rajab dijadikan momen penting, seperti dibebaskannya kota Damaskus (Syam) oleh kaum muslimin pada tahun 14H/635 M, di bawah kepemimpinan panglima perang Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah dan Khalid bin al-Walid Ra. Begitu juga dengan Baitul Maqdis berhasil direbut kembali oleh kaum Muslim pada 28 Rajab 583 H/2 Oktober 1187 M di bawah kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi pada perang Hittin. Azan dan salat Jumat kembali dikumandangkan di Masjid al-Aqsa, setelah 88 tahun diduduki tentara Salib.
Begitulah cara Islam dan kaum terdahulu mengistimewakan bulan-bulan haram. Termasuk Rajab dengan melakukan amalan-amalan mulia dan mengukir prestasi yang ditorehkan dengan tinta emas peradaban untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslim.
Pasca peristiwa kelam yang juga terjadi di bulan Rajab bag umat Islam yaitu dihapuskannya institusi Islam khilafah dari kancah peradaban, mulainya merosot ghirah Islam. Bencana terbesar sepanjang sejarah manusia terjadi setelah kurang lebih Islam mempimpin selama 13 abad lamanya.
Berbeda sekali dengan kondisi umat terdahulu, saat ini umat telah kehilangan junnah sekaligus perisai. Hilangnya khilafah sebagai pelindung Islam dan umatnya telah menjadikan umat muslim terpecah menjad 50 negara dan terpisahkan oleh sekat nasionalisme.
Rasa empati dan saling menyayangi sudah tak dirasakan lagi oleh sesama muslim. Umat dijajah oleh orang-orang kafir, maka tidaklah mengherankan umat diliputi malapetaka, pembunuhan, bahkan kezaliman yang seakan nestapa itu tak kunjung berakhir.
Lihatlah kondisi kaum Muslim yang menjadi asing di negerinya sendiri seperti di Palestina, Uighur, Afrika, dan Suriah mengalami perlakukan yang begitu menyedihkan oleh orang-orang kafir. Mereka dibantai dengan keji, rumah-rumah dibakar, tanahnya dirampas, wanita-wanita muslim diperkosa, dan anak kecil pun tak luput dari pembataian.
Tidak berbeda dengan mereka, kondisi kaum muslim di Indonesia juga bernasib sama. Meskipun secara kondisi tidak dijajah secara fisik melainkan sedang dijajah secara ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Antara sesama muslim dibentrokkan dengan citra dan label muslim radikal dan moderat, rakyat dimiskinkan secara sistemik dan generasinya dijauhkan dari ajaran Islam.
Sudah seharusnya umat Islam menjadikan momentum Rajab untuk kembali memuliakan bulan suci umat Islam, dengan mengembalikan keagungan yang pernah ditorehkan generasi sebelumnya.
Sudah 100 tahun umat Islam kehilangan kejayaannya tanpa naungan Khilafah Rasyidah yang menjadi faktor umat Islam menderita. Sudah saatnya kemuliaan Islam dan kaum muslimin kembali memimpin peradaban dengan sistem Islam kafah dalam bingkai Khilafah. Sehingga menjadikan Islam sebagai solusi dan rahmat dalam menuju kehidupan yang selamat dunia akhirat. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






