Strategi Keluar dari Middle Income Trap Indonesia, Hanya Mimpi

Sistem ekonomi Islam dibangun dengan tujuan menyejahterakan rakyat.
Oleh Nur Rahmawati, S.H.
(Penulis dan Pegiat Literasi)
JURNALVIBES.COM – Pemerintah mengungkap lima kunci transformasi yang harus dilakukan untuk mengeluarkan Indonesia dari Jebakan Pendapatan Menengah atau middle income trap. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah merupakan visi Indonesia 2045 yaitu menjadi negara berpendapatan tinggi sehingga masuk sebagai lima besar kekuatan ekonomi dunia (republika.co.id, 21/8/2021).
Sistem Ekonomi Kapitalis, Sistem Gagal
Hanya sebuah mimpi, bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan berpendapatan tinggi. Jika kita melihat saat ini sistem ekonomi kapitalis yang diadopsi akan jadi momok di masa depan. Selain akan melahirkan kemiskinan struktural, juga akan mewariskan utang bagi generasi. Tidak cukup sampai di situ, jika kita analisa sistem ekonomi ini sumber pendapatan dihasilkan dari pajak, utang, dan suku bunga bank atau riba yang berpotensi terjadi resesi. Tidak heran, jika buruknya sistem ekonomi kapitalisme juga gagal menjadi solusi dalam distribusi kekayaan.
Ekonomi kapitalis hanya mengandalkan mekanisme pasar sebagai satu-satunya cara. Sehingga mekanisme distribusi kekayaan ini, hanya memunculkan segelintir orang yang menguasai sebagian besar aset ekonomi. Maka, akan menjadi mimpi di siang bolong jika terus berharap pada sistem ekonomi kapitalis. Berulang dan akan terus berulang kegagalan sistem ekonomi kapitalis menciptakan kesenjangan sosial. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin menderita.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, secara persentase jumlah penduduk miskin Indonesia sekitar 10,14 persen.
“Secara jumlah, penduduk miskin Maret 2021 ini tercatat 27,54 juta orang, atau turun 0,01 juta orang dibanding September 2020. Tapi masih naik 1,12 juta orang dibanding Maret 2020,” jelasnya, Kamis (merdeka.com,15/7/2021).
Inilah bukti dari kegagalan sistem ekonomi kapitalis yang akan membuka kran krisis demi krisis dan gagal menyembuhkan perekonomian negara. Utang semakin meningkat, ketidakmampuan dalam membayar pokoknya bahkan peruntukkan utang tersebut tidak tepat sasaran. Harusnya dipergunakan untuk kepentingan yang urgen guna menyelamatkan nyawa rakyat seperti penanganan pandemi, tetapi ini justru diperuntukkan untuk infrastruktur.
Sistem Ekonomi Islam Tuntaskan Perekonomian
Berbeda dengan sistem ekonomi Islam yang secara tersistem dan secara struktural dalam distribusi kekayaan. Sebab, Islam memandang bahwa individu manusia harus dipenuhi kebutuhan primernya secara menyeluruh. Bahkan memerintahkan sebagian yang lain untuk menginfakkan harta serta memberi makan orang fakir, miskin, dan kekurangan karena ada hak orang lain.
Sebagaimana Allah Swt. berfirman:
وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
Pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta-minta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (QS adz-Dzariyat [51]: 19).
Tidak sampai di situ, sistem ekonomi Islam dibangun dengan tujuan menyejahterakan rakyat, sehingga jelas peruntukkannya. Sehingga politik ekonomi Islam menjamin pemenuhan seluruh kebutuhan pokok bagi setiap individu secara menyeluruh.
Sistem ekonomi Islam adalah solusi tepat bagi masalah-masalah mendasar manusia. Islam menjamin hak hidup dan mewujudkan kemakmuran. Oleh karenanya Islam memberikan hukum-hukum yang wajib dipatuhi sebagai mekanisme agar menjamin terwujudnya kebutuhan pokok secara menyeluruh bagi setiap individu rakyat. Mekanisme tersebut adalah,
Pertama, mewajibkan setiap laki-laki yang mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan orang yang berada pada tanggung jawabnya untuk dinafkahi (QS 67: 15).
Kedua, mewajibkan para ayah sebagai penanggung nafkah keluarga. Kecuali, ayah tidak mampu maka kewajiban beralih kepada ahli warisnya (QS 2: 233).
Ketiga, jika tidak ada sama sekali orang yang wajib menanggung nafkah mereka, Islam mewajibkannya atas baitul maal.
Dengan mekanisme ini, Islam telah memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok yaitu kebutuhan pangan, papan, dan sandang bagi setiap individu masyarakat.
Oleh karena itu hanya dengan sistem ekonomi Islam negeri ini dapat keluar dari middle income trap. Saatnya beralih ke sistem Islam. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






