Opini

Rusaknya Moral Keluarga Akibat Sekularisme

Dalam sistem Islam negara mengurusi urusan rakyat dengan benar. Kekayaan alam yang dimiliki akan dikelola negara sendiri, sehingga keuntungan yang diperoleh akan dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat. Begitu juga dengan sistem pendidikan. Ketika biaya pendidikan dijamin oleh negara, dan kurikulum pendidikan berasaskan akidah Islam. Maka pendidikan akan menghasilkan manusia manusia berakhlak mulia, memiliki akidah dan mental yang kuat.


Oleh Najwa Ummu Irsyad
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Viral seorang ibu tega mencabuli anak kandung sendiri karena diiming-imingi sejumlah uang oleh seseorang yang mengatasnamakan akun Facebook Icha Shakila (IS). Lagi-lagi kapitalisme membutakan hati dan pikiran manusia. Kejadian tersebut terungkap dari penyelidikan pihak terkait, dengan menelusuri akun yang mengunggah video tersebut. Diketahui bahwa akun tersebut merupakan salinan dari akun IS yang sebenarnya.

Terlepas dari motif bejat akun yang menawarkan uang Rp.15 juta tersebut. Kita patut mencermati motif sang ibu yang tega melakukan pencabulan kepada anaknya. Dikutip dari Metro.tempo (08/07/24), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan bahwa motif pelaku (ibu) karena faktor ekonomi.

Dari sini seharusnya kita menyadari bahwa lemahnya perekonomian masyarakat mampu membutakan akal dan hati seseorang. Sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun mereka sangat susah. Tidak banyak lowongan pekerjaan, jika pun ada, pekerjaan tersebut mengharuskan sederet persyaratan yang tidak banyak kalangan mampu masuk sesuai kualifikasinya.

Pekerjaan serabutan hanya cukup untuk makan sehari, dua hari. Sedangkan kebutuhan papan, pendidikan, serta kesehatan masih jauh dari jangkauan masyarakat. Oleh karena itu jika keimanan seseorang tidak kuat menghadapi kehidupan dalam sistem kapitalisme saat ini, maka mereka akan melakukan segala cara demi mendapatkan uang untuk menyambung kehidupan.

Kehidupan yang sempit dan akidah yang lemah akan membawa seseorang gelap mata dan rela melakukan apapun. Termasuk mencabuli anak kandung sendiri. Padahal seorang ibu adalah benteng terakhir pelindung bagi anak-anaknya. Ketika negara dan masyarakat sudah tidak mampu menyediakan keamanan bagi anak, maka orang tua, khususnya ibu adalah orang terakhir yang selalu akan melindungi anak. Jika benteng terakhir tersebut sudah mulai goyah, maka bagaimana kehidupan generasi kedepan? Bisa jadi tidak akan lama lagi kehancuran peradaban ini terjadi.

Kasus pelecehan anak oleh orang tua bukan kali ini saja terjadi. Hal ini menandakan bahwa kasih sayang orang tua kepada anak mulai luntur akibat himpitan ekonomi dan lemahnya iman. Dalam sistem ekonomi kapitalisme, sumber daya alam yang seharusnya milik umum, tidak dikelola oleh negara. Melainkan diserahkan pada pihak asing berkedok investasi. Dari sini keuntungan sepenuhnya akan menjadi milik investor, dan tidak akan masuk pada kas negara kecuali hanya sedikit.

Di sisi lain pemasukan negara hanya berasal dari pajak rakyat. Kebutuhan asasi rakyat yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara dibebankan kepada rakyat secara keseluruhan. Begitu juga dengan pendidikan dan kesehatan, masyarakat diminta membayar mandiri, sehingga beban rakyat semakin bertambah.

Inilah kesempitan hidup yang diperoleh dari sistem kapitalisme. Selain kesempitan hidup, kapitalisme juga mengikis fitrah seorang ibu. Hal ini berkaitan erat dengan sistem pendidikan sekuler yang diemban negeri ini. Pendidikan yang ada tidak mampu membentuk kepribadian kuat, dan kepribadian Islam yang tangguh. Akhirnya mereka tidak siap mengemban amanah sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.

Berbeda dengan Islam, dalam sistem Islam negara mengurusi urusan rakyat dengan benar. Kekayaan alam yang dimiliki akan dikelola negara sendiri, sehingga keuntungan yang diperoleh akan dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat. Begitu juga dengan sistem pendidikan. Ketika biaya pendidikan dijamin oleh negara, dan kurikulum pendidikan berasaskan akidah Islam. Maka pendidikan akan menghasilkan manusia manusia berakhlak mulia, memiliki akidah dan mental yang kuat.

Sekali lagi, pengelolaan sumber daya alam oleh negara yang hasilnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat tidak akan ditemukan dalam sistem kapitalisme. Hanya dengan sistem Islam kesejahteraan masyarakat dapat dijamin oleh negara. Begitu juga dengan sistem pendidikannya. Sehingga tidak akan ada lagi masyarakat yang lemah imannya, tergiur melakukan maksiat hanya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button