Opini

Perundungan Semakin Sadis Dalam Sistem Kapitalis

Dengan potensi besar yang dimiliki kaum Muslim, ia akan kembali menjadi raksasa dunia. Tapi dengan syarat sistem Islam kafah sebagai asas sebuah negara harus diterapkan secara menyeluruh, karena dengan penerapan yang sempurna akan dapat mewujudkan sebuah peradaban yang cemerlang dan menjadikan generasi yang gemilang.


Oleh Imas Sunengsih, S.E., M.E.
(Aktivis Muslimah Intelektual)

JURNALVIBES.COM – Dunia pendidikan sedang menjadi sorotan. Pasalnya perundungan kembali terjadi bahkan kian sadis yang dilakukan oleh senior kepada yunior sampai nyawa melayang. Miris melihat kondisi di sistem kapitalis yang tidak pernah akan menemukan solusi praktis atas persoalan yang dihadapi individu, masyarakat ataupun negara.

Mengutip dari halaman web SINDOnews (17-9-2024), Korban terduga perundungan atau bullying, RE (16) mengaku kerap kali diintimidasi oleh geng SMA Binus School Simprug. Dia bahkan diancam oleh geng di sekolah tersebut setiap hari. Hal itu diungkapkan oleh RE saat diundang audiensi dengan Komisi III DPR di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024).

Fakta yang muncul ke publik bisa jadi belum semua terungkap. Bisa jadi kasus perundungan seperti fenomena gunung es, sedikit terlihat namun yang tidak terungkap jauh lebih banyak. Negeri yang mengadopsi sistem kapitalis ini telah banyak menunjukkan kebobrokan sebuah sistem, khususnya sistem pendidikan. Di mana sistem pendidikan ala kapitalis tidak bisa menciptakan generasi yang unggul dan bertakwa, yang ada justru menjadikan generasi yang penuh dendam dan gaya hedon. Bagaimana tidak, perundungan yang terjadi kerap kali karena adanya balas dendam yang turun temurun ketika sudah menjadi senior.

Sistem pendidikan kapitalis juga telah menciptakan generasi yang materialistik, segala sesuatu diukur oleh materi, bahkan kebahagiaan pun dinilai oleh sebuah materi saja. Lahirnya generasi-generasi yang jauh dari pemahaman agama, karena memang yang menjadi asas sistem ini adalah sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan). Jadi, sebetulnya sistem ini tidak layak dijadikan sebuah aturan untuk mengatur kehidupan manusia. Karena akan menyebabkan kerusakan di semua aspek kehidupan dan juga menghancurkan generasi.

Berbeda halnya dengan Islam, di mana Islam merupakan sebuah sistem sempurna yang lahir dari zat yang maha sempurna yakni Allah Swt. Sistem Islam ini akan mengatur sistem pendidikan Islam yang berasaskan akidah Islam, sehingga akan menciptakan generasi yang unggul dan bertakwa. Generasi yang siap untuk mengahadapi zaman dengan tsaqafah yang dimilikinya, sehingga mampu bersaing meraih gemilang di dunia.

Bahkan generasi Muslim banyak melahirkan karya-karya yang fenomenal di zamannya ketika sistem Islam diterapkan oleh sebuah negara. Seperti Jabir Ibnu Hayyan sebagai perintis teori molekul, Al-Khawarizmi sebagai peletak dasar alogaritma, Al-Farghani sebagai perintis astronomi modern, Al-Jazari sebagai bapak ilmu teknik modern, Ibnu Sina sebagai dokter terhebat dalam sejarah Islam, Al-Dinawari sebagai bapak botani Islam dan masih banyak lagi.

Namun kini, generasi Muslim jauh dari pemahaman agama, juga jauh dari kegemilangan yang menjadi mercusuar dunia. Kondisi ini jangan sampai terus terjadi, hingga menjadi warisan kebobrokan peradaban. Untuk itu, dengan potensi besar yang dimiliki kaum Muslim, ia akan kembali menjadi raksasa dunia. Tapi dengan syarat sistem Islam kafah sebagai asas sebuah negara harus diterapkan secara menyeluruh, karena dengan penerapan yang sempurna akan dapat mewujudkan sebuah peradaban yang cemerlang dan menjadikan generasi yang gemilang.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650).

Sinergisitas antara negara, masyarakat dan individu Muslim akan terwujud demi menciptakan sebuah peradaban yang akan menjadi barometer dunia. Islam sebagai ideologi akan mewujudkan itu semua dan telah terbukti selama tiga belas abad yang ditorehkan oleh sejarah. Karya-karya yang luar biasa masih dijadikan rujukan sampai abad ini, terutama didunia pendidikan.

Semoga kita menjadi generasi terbaik di akhir zaman ini yang akan melanjutkan perjuangan Rasulullah Saw, generasi yang kokoh yang tidak pantang menyerah sampai Islam kembali tegak dan berjaya. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button