Opini

Kebocoran Data Pribadi, Lemahnya Sistem Keamanan?

Ternyata kebocoran data masyarakat Indonesia bukan hanya terjadi sekali ini saja, tetapi sudah beberapa kali terjadi


Oleh Desi Wulan Sari, M.Si.
(Pegiat Literasi dan Pengamat Publik)

JurnalVibes.Com– Berita viral kembali terjadi, hingga membuat rakyat khawatir dan gelisah. Terkait bocornya data pribadi 279 juta penduduk Indonesia kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Data pribadi yang semestinya dilindungi oleh negara malah diperjualbelikan secara bebas tanpa ada proteksi.

Bocornya data 279 juta penduduk Indonesia tersebut diduga telahdijual di situs Surface Web Raid Forum dengan akun “Kortz”, data tersebut berisi NK, nomor ponsel, e-mail, alamat, dan gaji. Menurutnya data tersebut bersumber dari BPJS Kesehatan (kompas.com, 21/5/2021).

Miris. Ternyata kebocoran data masyarakat Indonesia bukan hanya terjadi sekali ini saja, tetapi sudah beberapa kali terjadi. Seperti tujuh juta data merchant Tokopedia dijual di situs daring, begitu pula dengan 2.3 juta data pemilih Pemilu 2014 milik KPU dan 230 ribu data pasien Covid-19 juga dicuri. Semua kasus itu tetap belum ada penyelesaian jalur hukum atau tindakan apapun dari pemerintah. Kemungkinan besar hal ini semakin membuat kriminalitas kebocoran data rakyat kerap terjadi berulang kali, akibat lemahnya pengawasan dan perlindungan dari pihak terkait negara.

Rakyat perlu memahami akar masalah yang terkait dengan aktifitas publik, bahwa baik itu rahasia maupun bukan rahasia semestinya berada di tangan negara. Hari ini, ketika sistem berada di bawah kendali kapitalis membuat negara tidak mampu sepenuhnya memproteksi keamanan secara utuh. Anggapan adanya nilai materi bahkan dari sebuah data sekalipun, membuat para oportunis di sistem ini menjadikannya ajang jual beli demi keuntungan sekelompok pihak, baik dimanfaatkan secara ilegal oleh korporasi ataupun asing. Padahal data adalah identitas rakyat yang sangat penting dan rahasia dimiliki oleh negara.

Bukan kerugian materil saja, tetapi kerugian berupa hilangnya rasa aman, perlindungan hak atas privacy tidak tertunaikan. Tekhnologi memang berkembang pesat, tetapi bukan menjadi alasan bahwa kecolongan akibat peretas bisa terus terjadi di negeri ini. Lantas siapakah yang mampu melindungi rakyat atas persoalan pencurian data pribadi besar-bresaran seperti ini?

Ketika sebuah sistem buatan manusia digunakan dalam mengurus sebuah negara, maka aturan pun tidak akan sempurna. Karena pemikiran manusia tidak akan mampu membuat aturan yang pasti. Namun sebaliknya, akan selalu ada revisi ataupun tambahan bahkan pembatalan sebuah UU yang biasa terjadi dalam setiap pergantian kepemimpinan.

Berbeda dengan sistem Islam. Semua hukum diatur dan terikat oleh hukum Allah. Jika seorang pemimpin atau khalifah melaksanakan amanahnya, maka fokus kepengurusan umat ada di tangannnya. Menerapkan hukum Islam secara kaffah dan senantiasa mengedepankan kemaslahatan umat dalam setiap kebijakan yang dirumuskan.

Bersama para pengurus negara yang amanah, semua sistem kehidupan rakyat yang berada dibawah pemerintahan Daulah Islam akan senantiasa memenuhi hak setiap warga negaranya dan mereka pun melaksanakan kewajibannya, terbaik yang mereka miliki untuk negara. Jaminan kemanan, kemakmuran, kesejahteraan seluruh rakyat baik muslim maupun non muslim terpenuhi dengan adil dan merata.

Termasuk di dalamnya, menjaga kerahasiaan data pribadi rakyat akan menjadi tanggung jawab penuh negara dalam keamananya. Tekhnologi yang semakin canggih pun akan diliindungi oleh negara dari para kriminalitas dunia maya. Karena Islam tegas dan pasti dengan hukum-hukum yang diterapkan secara syariat, terlebih jika mengancam keamanan negara.

Nilai rakyat di mata Islam adalah aset berharga bagi negara sehingga layak untuk dilindungi. Sedangkan nilai rakyat bagi kapitalis adalah materi yang bisa dimanfaatkan sesuka hati oleh penguasanya.

Maka, saatnya umat kembali kepada sistem yang mampu melindungi dan menjamin keamanan rakyat. Sejatinya, hanya sistem Islam satu-satunya yang mampu memberikan solusi terbaik atas setiap problematika umat, karena Islam adalah agama universal dan paripurna bagi seluruh proses kehidupan umat manusia.
Wallahu a’lam bishawab.


Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button