BBM dan Gas Non Subsidi Naik, Rakyat Makin Tercekik

Dengan penerapan sistem kapitalis saat ini, yang diuntungkan pengusaha besar dan para elit yang memiliki banyak uang. Namun bagi rakyat miskin, beban hidup kian terasa bertambah berat. Mereka semakin sulit untuk makan, apa lagi untuk membeli sesuatu barang yang mereka inginkan. Tak ada lagi yang bisa diharapkan dari sistem saat ini yang selalu mencekik rakyat miskin dan lebih memihak kaum atas.
Oleh Endah Ratnasari
(Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok)
JURNALVIBES.COM – Derita rakyat semakin tampak jelas dari hari ke hari. Tak ada habisnya para pengusaha dan penguasa membuat kebijakan tak pandang bulu. Baru saja kita mendengar lonjakan harga sembako, minyak goreng hingga harga daging. Kini beban rakyat miskin pun bertambah dengan kebijakan baru, harga BBM dan gas nonsubsidi naik.
Dilansir dari Tirto.id, PT Pertamina (Persero), lewat anak usaha Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan kenaikan harga sejumlah produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non subsidi, Minggu (10/7/2022). Kenaikan harga meliputi Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG nonsubsidi seperti Bright Gas. Pertamina beralasan kenaikan harga mengacu pada harga minyak saat ini dan sesuai aturan yang berlaku.
Sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020, penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU) dan dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia.
Banyak opini menganggap kenaikan BBM nonsubsidi tidak berdampak pada daya beli masyarakat. Faktanya, BBM dan gas bersubsidi sendiri makin dibatasi persediaan dan cara membelinya. Oleh karenanya kenaikan ini jelas berpengaruh pada naiknya pengeluaran yang tidak diimbangi pula oleh pendapatan per kapita rakyat Indonesia. Jika hal ini terus berkelanjutan dikhawatirkan akan ada inflasi seperti 1998 dahulu. Oleh karena itu, BBM dan gas nonsubsidi naik, rakyat makin tercekik.
Dalam hal ini seharusnya pemerintah sangat berperan penting dalam penyediaan bahan bakar minyak maupun gas. Karena bahan bakar minyak dan gas merupakan kebutuhan pokok masyakarat. Kebijakan-kebijakan yang diberikan pemerintah seharusnya menyejahterakan masyarakatnya bukan sebaliknya.
Seperti yang kita ketahui selama pandemi kemarin perekonomian menjadi tidak stabil, tidak hanya di Indonesia bahkan dunia mengalami guncangan hebat. Ketika pandami dinyatakan berakhir, perlahan perekonomian mulai berjalan membaik. Namun tidak mudah melewati itu semua untuk rakyat miskin kalangan bawah, banyak dari mereka yang harus kehilangan pekerjaannya, rumahnya, kendaraannya dan lain sebagainya. Mereka hanya bisa memberikan sebungkus nasi untuk keluarganya kalau pun itu ada.
Dengan penerapan sistem kapitalis saat ini, yang diuntungkan pengusaha besar dan para elit yang memiliki banyak uang. Namun bagi rakyat miskin, beban hidup kian terasa bertambah berat. Mereka semakin sulit untuk makan, apa lagi untuk membeli sesuatu barang yang mereka inginkan. Tak ada lagi yang bisa diharapkan dari sistem saat ini yang selalu mencekik rakyat miskin dan lebih memihak kaum atas.
Bahkan, naiknya BBM dan gas nonsubsidi di samping semakin memperburuk keadaan ternyata mempunyai dampak negatif yakni tingginya disparitas harga gas subsidi dan nonsubsidi. Mulai dari potensi oplosan yang membahayakan, penimbunan, dan naiknya harga gas subsidi hingga makin memberatkan rakyat.
Tentunya akan berbeda bila yang diterapkan itu adalah sistem Islam atau kekhilafahan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan sunah. Masyarakat yang ada dalam khilafah akan terjamin kehidupannya di dunia maupun di akhirat. Mereka akan dibimbing untuk selalu patuh dengan syariat. Khilafah juga akan menjamin kesejahteraan masyarakat, hingga tidak ada lagi masyarakat yang hidup susah. Bahkan, khilafah Islam akan menyediakan BBM dan gas secara murah karena bisa jadi masyarakat hanya mengganti biaya produksinya saja. Khilafah Islam pun akan menetapkan larangan bagi negara berbisnis barang kebutuhan dasar rakyat. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






