Membentuk Pemuda Penggerak Peradaban

Visi pemuda dalam Islam dikondisikan sebagai pemimpin masa depan. Sejak hari ini dan hingga nanti terwujudnya peradaban Islam kafah, maka pemuda akan menjadi pribadi yang siap sebagai penolong agama Allah Swt. dan turut menegakkan Islam demi kemuliaan kaum muslimin.
Oleh Afra Rahmah, M.Pd.
(Pemerhati Generasi)
JURNALVIBES.COM – Membicarakan tentang generasi muda dan posisinya selalu menjadi hal yang menarik. Pemuda, termasuk di dalamnya remaja merupakan sumber daya strategis bagi suatu bangsa. Di tangan mereka lah masa depan suatu bangsa digantungkan. Maka proses pembentukan pemuda yang tangguh harus dilakukan jika suatu bangsa ingin tetap mempertahankan eksistensinya.
Berbagai program pemberdayaan pemuda selalu dimunculkan sebagai upaya melakukan optimalisasi peran kepemudaan di tengah masyarakatnya. Hal seperti ini yang selalu menjadi harapan semua pihak.
Di Indonesia sendiri saat ini mendapatkan berkah dengan jumlah penduduk 200 juta jiwa lebih. Lebih dari 60 persen jumlah penduduk tersebut didominasi usia produktif (15–64 tahun), terutama kalangan pemuda (milenial dan gen Z). Hal ini diperkuat oleh hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2021. Disebutkan, pada tahun kedua pandemi, kontribusi tertinggi angkatan kerja nasional adalah milenial (24–39 tahun) sebesar 37,37 persen, dan gen X (40–55 tahun) sebesar 34,52 persen. (dataindonesia.id, 29/12/2021)
Namun keberkahan tersebut bisa berbalik menjadi ancaman jika prosentase besar tersebut justru diasuh dalam sistem liberalisme.
Budaya Liberal Perusak Pemuda
Kehidupan hari ini tidak dapat dihindari dari nilai-nilai serba bebas yang dianut pemuda dan generasi kita. Cara berfikir yang pragmatis dan cenderung bebas, sekaligus dalam tingkah laku dan sikap serta gaya hidup mereka, tidak jarang menganut cara pandang dan gaya hidup Barat nan sekuler dan liberal.
Sebutlah semisal ide ‘child free’, ‘jatah mantan’, perilaku L967, atau bahkan yang berkisar seputar keyakinan, seperti ‘agama tentatif’ pun muncul di kalangan muda. Kalaupun mereka bukan menjadi pelaku langsung, namun sikap permissif terhadap perilaku tersebut justru mengemuka. Bukan malah jijik atau menjauhi.
Paham sekularisme yang oleh Al-‘Allamah as-Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani (1953) dinyatakan sebagai sebuah pandangan hidup yang melakukan pemisahan agama dari kehidupan (fashlud-din ‘anil-hayah). Juga bisa disebut dengan istilah memisahkan agama dari negara (fashlud-din ‘anid-dawlah). Sekularisme mengharuskan negara netral dari agama; tidak boleh memihak agama apapun dan harus melindungi kebebasan. Banyak konsekuensi perilaku yang akhirnya merusak jati diri pemuda hari ini atas nama paham sekuler-liberal.
Saatnya Menyelematkan Generasi
Cara pandang sekuler-liberal telah nyata merusak generasi kita. Dengan pemikiran ini pula banyak pemuda yang tak takut lagi meninggalkan syariat Islam sebagai bagian dari akidah mereka. Proses sekularisasi yang dijalankan kaum kufar telah “berhasil” menanamkan paham-paham yang menolak nilai dan pemahaman agama, dan sebaliknya justru memunculkan ketakutan terhadap jaran Islam secara kafah.
Padahal Allah Swt. telah memerintahkan kita, setiap orang beriman untuk masuk dan berIslam secara kafah atau keseluruhan, tidak mengambil sebagian aturan dan ajaran Islam dan menolak sebagian lainnya. Sebagaimana firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian” (TQS al-Baqarah [2]: 208).
Pemuda dalam Islam diposisikan sebagai agent of change, agen perubahan di tengah umat. Peran ini akan berhasil mewujudkan kebangkitan Islam ketika berlandaskan ideologi Islam. Gambaran dari pemuda ideologis adalah pemuda yang mengikatkan dirinya pada akidah Islam beserta seluruh syariatnya dan mengemban dakwah meraih kembali masa depan sebagai khayru ummah.
Islam akan menjadikan pemuda berada pada posisi yang strategis di tengah umat. Pemuda akan digerakkan sebagai garda terdepan perubahan dengan landasan ideologi Islam, dengan semangat Imu dan dakwah Islam di tengah umat. Pemuda dalam Islam akan dikondisikan untuk senantiasa mengikatkan diri mereka pada akidah islamiyah serta seluruh syariatnya serta siap mengemban dakwah Islam demi terwujudnya peradaban mulia, dalam naungan negara Islam berlandaskan jalan kenabian.
Visi pemuda dalam Islam dikondisikan sebagai pemimpin masa depan. Sejak hari ini dan hingga nanti terwujudnya peradaban Islam kafah, maka pemuda akan menjadi pribadi yang siap sebagai penolong agama Allah Swt. dan turut menegakkan Islam demi kemuliaan kaum muslimin. Mari kita perhatikan bagaimana peradaban Islam berhasil mencetak generasi terbaik seperti pribadi Muhamad al Fatih, dalam usia 17 tahun mampu sebagai Amirul Jihad dan usia 24 tahun menjadi khalifah.
Generasi hari ini juga penting untuk kita kenalkan dengan zaman keemasan Islam bahwa khilafah islamiyah pernah berjaya menguasai 2/3 dunia selama 13 abad. Kaum muslimin yang meletakkan dasar peradaban yang luhur, peradaban Islam yang gemilang, dikenalkan tokoh-tokoh yang luar biasa, mereka adalah para inovator/peletak dasar ilmu pengetahuan. Di mana semangat dan orientasi hidup para pemuda Islam adalah nilai-nilai Al- Qur’an dan sunah serta panduan hukum Islam lainnya yang diamalkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com





