Parenting Nabawiyah

Berteman dengan Demam

Demam adalah kondisi suhu tubuh di atas 38°C. Siapa yang tidak pernah demam? Bahkan bayi yang baru divaksinasi saja biasanya akan merasakan demam setelahnya. Hampir semua manusia pernah merasakan demam.


Oleh Fatimah Ummu Kautsar

JURNALVIBES.COM – “Bi, dede demam. “

Termometer menunjukkan angka hampir 39 derajat. Saat dipegang dengan tangan, suhu tubuhnya memang terasa lebih hangat. Mukanya pun memerah, dengan genangan air mata di matanya.

Demam

Demam adalah kondisi suhu tubuh di atas 38°C. Siapa yang tidak pernah demam? Bahkan bayi yang baru divaksinasi saja biasanya akan merasakan demam setelahnya. Hampir semua manusia pernah merasakan demam.

Walau alamiah terjadi, demam bukan sejenis penyakit. Demam adalah reaksi dari kondisi tubuh kita. Ketika tubuh dimasuki oleh benda asing, baik itu virus, bakteri, atau kuman, biasanya demam akan hadir sebagai reaksi alami.

Kala ada bagian tubuh yang terluka dan bengkak pun, akan hadir demam sebagai reaksinya. Demam adalah sistem alami tubuh yang hadir sebagai bentuk pertahanan diri terhadap kondisi tubuh yang tidak normal atau dimasuki benda asing.

Perlukah Obat?

Bagaimana jika demam menyapa? Haruskah kita segera meminum obat? Oleh karena ia adalah reaksi alami tubuh sebagai efek samping infeksi atau gangguan lainnya, tak perlu selalu minum obat kala demam hadir.

Cukup perbanyak mengkonsumsi cairan, seperti air putih, jus, air madu, atau bisa meminum sup dan memakan buah yang banyak mengandung air. Selain itu, kompres air hangat juga bisa dilakukan. Insyaallah, demam akan turun dengan sendirinya.

Namun, jika demam sudah mencapai 39° C, obat penurun panas bisa menjadi pilihan. Tidak semua demam butuh mengkonsumsi antibiotik atau antivirus, tergantung kepada pemicu demamnya. Lakukan observasi mandiri jika bisa, telusuri kenapa bisa terjadi demam. Kalau tidak jua membaik, mendatangi dokter bisa jadi pilihan.

Jangan sampai berinisiatif membeli obat sendiri jika kita tak punya dasar ilmu kesehatan yang cukup.

Berteman dengan Demam

Dalam berbagai postingannya, Dokter Apin sebagai dokter spesialis anak sering mengingatkan para orang tua untuk berteman dengan demam, karena demam bukan suatu penyakit. Obat penurun demam sebetulnya diberikan pada anak agar anak tidak rewel karena kandungan antipiretik di dalamnya. Maka, jika anak masih bisa bermain saat demam, tidak perlu diberikan obat penurun demam. Toh, demam diciptakan untuk memerangi infeksi agar cepat sembuh.

Lantas apa yang bisa dilakukan saat anak dalam kondisi demam tapi keadaan masih aman, dalam artian suhu tubuh tidak sampai 39°C dan juga tidak ada kejang.

  1. Memeluk
    Saat anak demam, pelukan ayah/ibu yang hadir akan memberikan rasa nyaman. Kondisi panas tubuh anak akan mencari permukaan yang suhunya lebih rendah, yakni permukaan kulit ayah/ibu. Panas tubuh anak pun akan terserap oleh ayah/ibu. Ukuran tubuh ayah/ibu yang jauh lebih besar dari anak akan membuat panas tubuh anak yang terserap tidak membuat ayah/ibu ikut demam. Skin to skin contact pun bisa dilakukan untuk lebih mengoptimalkan perpindahan panas tubuh anak.
  2. Menggendong
    Jika anak yang demam masih rewel saat dipeluk, menggendongnya bisa menjadi solusi. Kebanyakan anak merasa senang dan nyaman digendong, apalagi saat kurang sehat. Ayunan dalam dekapan ayah/ibu bisa membuat anak tenang.
  3. Bersabar
    Proses pemulihan tentu butuh waktu. Butuh waktu untuk transfer panas tubuh. Butuh waktu untuk redanya infeksi dan demam turun. Maka, ayah/ibu perlu bersabar menemani anak dalam proses ini. Pandanglah lelah letihnya menemani anak kala sakit sebagai ladang pahala bagi kita. Insyaallah, akan lebih ringan menjalaninya.

Demam dalam Islam

Islam agama yang sangat komplit, bahkan demam pun dibahas dalam Islam. Rasulullah Saw. bersabda yang artinya, “Janganlah Engkau mencela demam. Karena demam itu dapat menghilangkan kesalahan-kesalahan manusia. Sebagaimana kiir (alat pandai besi) dapat menghilangkan karat besi.” (HR. Muslim)

Bagi kita, demam adalah momentum pengguguran dosa saat ikhlas dan rida menjalaninya. Tidak berkeluh kesah atau menyalahkan Allah karenanya. Namun saat anak yang terkena demam, maka sesungguhnya itu adalah ujian bagian orang tuanya. Ujian kesabaran menemani buah hati dalam kondisi sakitnya.

Orang tua bertugas mengajarkan untuk tidak mencela demam pada anak. Melainkan menjadikannya momentum meminta kesembuhan hanya pada Allah. Semoga Allah berikan keberkahan dalam setiap episode kehidupan kita. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button