Opini

Palestina, Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Retorika

Bermain narasi sungguh tiada guna, saatnya mewujudkan solusi hakiki bukan bermain retorika tiada arti. Sungguh persoalan utama Palestina adalah kebiadaban Yahudi yang merebut tanah umat Islam Palestina dengan dukungan AS.


Oleh Ani Susilowati, S.Pd
(Aktivis Muslimah)

JurnalVibes.com – Palestina berdarah terualang kembali. Tepatnya hari Jumat 7 Mei 2021. Ketika warga Palestina sedang menikmati indahnya ibadah Ramadan dengan tarawih dan i’ tikaf, tiba- tiba ba’da buka puasa di Masjidil Aqsha , polisi Israel melakukan penyerangan bertubi- tubi dengan peluru karet dan granat kejut kepada warga Palestina di Masjidil Aqsha.

Tumpah ruah lah bentrokan berdarah antara polisi Israel dan warga Palestina. Hal ini mengakibatkan ratusan orang terluka. Sedikitnya ada 178 warga Palestina mengalami luka- luka. Sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu( 8/5). detikNews. ” Bahwa bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak dikalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah- rumah mereka ,yang mana tanah tersebut diklaim oleh para pemukim Yahudi yang menggugat ke pengadilan.”

Sejumlah kecaman, kutukan, peringatan sesumbar dari seluruh belahan negeri muslim yang tergabung dalam OKI, Memang sepintas pernyataan OKI nampak elok didengar. Namun, mampukah sejumlah narasi OKI untuk Israel membuatnya mundur dan berlalu meninggalkan tanah Palestina? Nyatanya tidaklah demikian yang terjadi. Pendudukan Israel atas tanah Palestina terus digencarkan tanpa ampun.

Pendudukan Israel atas tanah Palestina sejak 1947 sampai saat ini, tidak menuai hasil perbaikan sama sekali. Walaupun sejumlah kutukan dan kecamaan ribuan kali dihembuskan oleh OKI. Namun pendudukan Israel atas Palestina semakin masif dan wilayahnya pun semakin sempit. Sementara pemukiman Yahudi Israel semakin lebar berdiri kokoh diatas genangan darah dan air mata Palestina. Sungguh semua narasi itu hanya hembusan retorika semata.

Israel dengan kepongahannya merasa kuat dan semakin berani melancarkan aksinya karena mendapat dukungan dari negara adidaya yaitu AS. Israel akan selamanya menjadi anak asuh AS untuk semakin mencengkramkan kukunya menguasai dan menindas kaum muslim di Palestina. Selain itu hal ini juga untuk menjamin kepentingan AS di Timur tengah baik kepentingan ekonomi dan ideologinya. Adapun kepentingan terbesarnya adalah menghalangi tegaknya kembali khilafah Islam.

Bermain narasi sungguh tiada guna, saatnya mewujudkan solusi hakiki bukan bermain retorika tiada arti. Sungguh persoalan utama Palestina adalah kebiadaban Yahudi yang merebut tanah umat Islam Palestina dengan dukungan AS. Maka dengan demikian solusi hakiki atas persoalan ini adalah menghilangkan entitas Israel dari tanah Palestina bukan dengan diplomasi, narasi maupun retorika tapi tidak lain yaitu dengan cara pengiriman pasukan militer gabungan negara- negara Islam anggota OKI sudah cukup membuat Israel terkapar tidak berdaya.

Namun sayang seribu kali sayang, solusi diatas tidak pernah diambil ataupun dipikirkan. Nampaklah sudah bahwa para penguasa muslim sebenarnya secara tidak langsung mendukung kejahatan Israel dan AS. Semua itu dapat dibuktikan dengan diam dan bungkamya mereka atas penyerangan Israel kepada rakyat Palestina.

Kebungkaman mereka karena para pemimpin negeri muslim saat ini adalah antek Barat. Atas nama kepentingan nasionalisme mereka rela melihat saudaranya teraniaya. Dan akibat nasionalisme yang mengakar kuat dalam benak kaum muslim yang menghilangkan ukhuwah atas nama keamanan dalam negeri. Walaupun memang sejumlah bantuan kemanusiaan berupa makanan, pakaian, obat-obatan , recovery bangunan dan sebagainya. Namun belum bisa menuntaskan persoalan Palestiana secara signifikan.

Oleh karena itu sungguh sangat penting untuk mencabut sekat- sekat kenegaraan/ nasionalisme atas nama nation state diganti dengan menghimpun seluruh wilayah muslim dalam satu kepemimpinan yaitu khilafah Islamiyyah. Hanya dengan khilafahlah akan melindungi seluruh umat yang bersedia menjadi warga negaranya, baik muslim maupun nonmuslim. Khilafah wajib menjaga agama, akal, kehormatan, harta, jiwa, dan keamanan warga negaranya, juga menjamin hak-hak mereka.

Semuanya diatur dengan mekanisme yang rapi dengan berbagai institusi yang dimiliki khilafah Islamiyah. Kekuatan militer dan sumber daya negara khilafah Islamiyah akan mampu melindungi negeri-negeri yang tunduk kepadanya dari segala penindasan dan penyerangan negara-negara kafir, sehingga segala kezaliman yang terjadi sampai hari ini bisa diakhiri.
Wallahu a’lam


Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button