Opini

Nasib Palestina Akankah Lebih Baik di Tangan Joe Biden?

Para ulama sering menyebut qâdhiyah Filistin adalah qâdhiyah wujûd, bukan qâdhiyah hudûd.



Oleh : Um Azka (Pegiat Literasi)

JurnalVibes.Com — Palestina, negeri muslim yang tak lepas dari konflik. Hingga saat ini dunia muslim masih berharap cemas terhadap kebijakan negara adidaya yaitu Amerika. Bagaimana tidak, kebijakan Amerika berpengaruh besar terhadap nasib Palestina. Sejak Joe Biden terpilih menjadi Presiden Amerika, dunia Islam berharap ada angin segar atas hubungan Palestina dengan Israel. Maka untuk pertama kalinya sejak Joe Biden dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat, Joe Biden meyakini solusi dua negara merupakan satu-satunya cara menciptakan perdamaian di kawasan tersebut.

Pelaksana Tugas Utusan Khusus AS untuk PBB, Richard Mills mengatakan, AS akan mendorong Israel dan Palestina untuk tidak mengambil langkah sepihak yang dapat menyulitkan solusi damai dua negara, di antaranya seperti mencaplok paksa wilayah tertentu, membangun kawasan pemukiman, membongkar pemukiman warga, menghasut, dan menyediakan bantuan untuk aksi terorisme kepada orang tertentu. “Kami berharap dapat membangun rasa percaya di dua kubu sehingga ada suasana yang kondusif untuk membicarakan solusi ke depan,” kata Mills ke perwakilan dari 15 anggota DK-PBB di Washington. Ia mengatakan pemerintahan Biden berencana menyalurkan bantuan untuk Palestina dan berupaya membuka kembali kantor perwakilan Palestina di Washington. (m.jpnn.com, 27/1/2021).

Namun, disisi lain keamanan Israel tetap menjadi fokus pemerintahan Amerika. Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan melakukan pembicaraan dengan Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben Shabbat, Sabtu (23/1). Pada kesempatan itu, Sullivan menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Joe Biden terhadap keamanan Israel. “Mereka membahas peluang meningkatkan kemitraan selama beberapa bulan mendatang, termasuk dengan membangun keberhasilan pengaturan normalisasi Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko,” kata Gedung Putih dalam keterangannya yang dirilis, Ahad (24/1). (www.republika.co.id, 25/1/2021).

Kebijakan Amerika agaknya membawa kebaikan bagi umat Islam. Namun, bantuan dana bukanlah solusi hakiki atasi Palestina. Sebab sekalipun banyak dana yang dikucurkan tetap tak mampu mengubah kondisi Palestina menjadi aman sentosa. Sepanjang sejarahnya tak pernah ada pemimpin Amerika yang berpihak pada umat Islam. Faktanya ajaran Islam selalu diinjak-injak, Al-Qur’an dihina, jilbab dipermasalahkan, dan lain-lain. Bentuk bantuan hanya sekedar pemanis di awal. Sudah seharusnya dunia Islam kembali pada solusi shahih yang berasal dari ajaran Islam sendiri.

Yaitu, tidak menjadikan orang kafir yang memusuhi Islam sebagai penolong. Allah SWT berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka (Yahudi, Nasrani, dan orang munafiq) tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS. Ali Imran 3:118)

Maka, kemustahilan secara empiris dan keharaman secara normatif dengan menggantungkan penyelesaian pendudukan Israel atas Palestina pada Amerika. Sebab, akar masalah Palestina hakikatnya adalah karena keberadaan Israel yang berusaha menduduki tanah Palestina dengan mengusir penduduk dan pemilik aslinya. Para ulama sering menyebut qâdhiyah Filistin adalah qâdhiyah wujûd, bukan qâdhiyah hudûd. Maksudnya adalah akar masalah Palestina dengan keberadaan Israel, bukan masalah tapal batas antara Israel dan negara-negara tetangga seperti Suriah, Libanon, Yordania, termasuk Palestina.

Sayangnya, solusi dunia Islam saat ini tidaklah tepat. Mereka adakan pertemuan bersama organisasi besar seperti PBB, OKI dan sebagainya hanya untuk meredam kemarahan umat Islam sedunia. Organisasi tersebut tidak menghasilkan apa-apa kecuali kesepakatan perdamaian. Padahal, perdamaian hanya sebatas teori. Kenyataannya tetap tak membuat Israel berhenti menyerang. Alhasil, solusi yang ada justru menguntungkan pihak Israel.

Solusi jitu atasi persoalan Palestina adalah dengan menghentikan tindakan Israel. Islam memerintahkan untuk memerangi orang kafir penjajah dengan jihad. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin”. (QS. at-Taubah : 14)

Sebab, tanah Palestina adalah tanah kharajiyah milik kaum Muslim di seluruh dunia yang tak boleh diserahkan pada penjajah kafir.

Namun, jihad hanya bisa dilakukan oleh seorang Khalifah kaum muslimin dalam pemerintahan Islam yang disebut khilafah. Khilafahlah yang sanggup mengusir Israel dari tanah Palestina. Dengannya kemerdekaan Palestina dapat diraih. Ironisnya saat ini tiada seorang Khalifah kaum muslimin yang memimpin jihad melawan Israel. Yang ada para pemimpin negeri muslim yang berdiri sendiri-sendiri. Untuk melawan zionis Israel perlu kekuatan negara besar yaitu khilafah. Maka, untuk saat ini upaya yang dilakukan kaum muslim adalah harus bersatu melawan Israel serta memperjuangkan tegaknya khilafah kembali dengan dakwah menyerukan wajib adanya Khalifah kaum muslimin. Dengan itu Allah SWT akan menurunkan pertolongan-Nya. Sebab, hanya di tangan seorang Khalifah saja nasib Palestina menjadi lebih baik. Wallahu alam bisshowab []


Pictures source by google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button