Opini
Trending

Papua Tak Henti Dirundung Masalah

Dalam Islam setiap amanah diminta pertanggung jawaban. Ketika amanah tidak dijalankan pertanggung jawabannya besar di hadapan Allah Sang Pencipta. Inilah yang menjadi landasan menjalankan tugas dan kewajiban.


Oleh Ade Irma Suryani
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Berbicara permasalahan di negeri kita seolah tak ada habisnya, tanpa ada solusi tuntas sehingga kerap berulang. Tak terhingga masalah yang ada karena banyak sekali kasus yang terjadi.

Misalnya di bidang ekonomi banyak masyarakat yang miskin, bidang pendidikan yang karut marut tidak menghasilkan mutu pendidikan padahal pendidikan biayanya semakin tinggi, kesehatan yang semakin mahal dan sebagainya. Salah satu wilayah yang merupakan bagian dari negara Indonesia, yakni Papua. Sampai saat ini tak henti-hentinya dirundung masalah. Ibarat sudah jatuh ditimpa tangga.

Dilansir dari CNNIndonesia (9/2/2023), pada awal tahun tepatnya 2 Januari sampai 9 Februari 2023, tercatat lebih dari 1000 gempa yang terjadi dan 132 kali dirasakan oleh rakyat Papua. Akibat pecahan batuan dan pelepasan mineral batu yang ada di alam Papua. Karena kondisi alam ini, yang menyebabkan gempa berkali-kali kaarena bertahap.

Papua juga sampai saat ini masih dalam keadaan konflik baik yang terjadi oleh Kelompok Krimnal Bersenjata (KKB) Papua di Jayapura ataupun bentrok antarwarga atau suku. Hal ini mengganggu keamanan masyarakat Papua. Banyak yang menjadi korban dari berbagai kalangan masyarakat, polri dan TNI, guru, petugas kesehatan dsb. Konflik yang terjadi tidak hanya perusakan materi bahkan mengancam keamanan diri dan juga nyawa. Karena sudah banyak korban yang kehilangan nyawa.

Berbicara ekonomi masyarakat Papua masih berada dalam kemiskinan bahkan bagian dari harian mereka. Padahal mereka di tempat yang kaya akan sumber daya alam. Emas manjadi SDA yang melimpah di sana. Jaringan komunikasi dan infrastruktur masih tertinggal dibandingkan wilayah Indonesia yang lain. Sebagian akibat pembangunannya yang terganggu oleh konflik penyerangan KKB.

Namun sampai saat ini negara seolah abai dan menganggap ini hal yang biasa terjadi di wilayah Papua. Memang seperti itulah adanya Papua. Seolah tak perlu pusing terhadap bagaimana mengembangkan Papua dan menjadikan rakyatnya jadi sejahtera dan berkembang seperti yang lainnya.

Lemahnya pengurusan negara dalam menyelesaikan setiap persoalan yang ada di Papua harusnya menjadi pertanyaan pada kita kenapa dan ada apa?

Karena sesungguhnya Indonesia mempunyai SDM yang banyak dan mumpuni untuk melakukan pekerjaan di setiap bidangnya masing-masing. Seharusnya bisa menyelesaikan masalah yang ada. Tapi mengapa seolah tidak berpihak pada rakyat?

Padahal dalam sejarah Islam, adanya daulah Islam (negara Islam) menjadi perisai yang hebat bagi seluruh rakyat. Karena adanya negara benar-benar untuk meri’ayah atau mengurusi urusan rakyat, tidak hanya sekedar menjabat. Terlebih lagi besar wilayah daulah yang diurusi 3/4 bagian dunia selama 13 abad.

Negara Islam dengan sistem Islamnya yang diterapkan inilah yang menjadi kuncinya. Dalam Islam setiap amanah diminta pertanggung jawaban. Ketika amanah tidak dijalankan pertanggung jawabannya besar di hadapan Allah Sang Pencipta. Inilah yang menjadi landasan menjalankan tugas dan kewajiban.

Dalam hal ekonomi sumber daya alam dikelola oleh negara dan didistribusikan ke seluruh wilayah secara merata baik di desa maupun di kota. Semua rakyat di semua wilayah harus merasakan hal yang sama tanpa perbedaan dan benar-benar diperuntukkan untuk kepentingan rakyat bukan segelintir orang apalagi asing.

Tidak hanya ekonomi yang disebar merata agar sejahtera, tetapi begitu pula dalam hal pendidikan dan kesehatan. Sarana dan prasarana yang menunjang kelancaran semua urusan seluruh rakyat ditingkatkan.

Kriminalitas diberantas dengan sanksi sesuai dengan kejahatan yang dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh KKB tergolong pemberontakan dengan bersenjata maka negara menurunkan kekuatan militernya untuk menangani jika tidak bisa dengan negosiasi terlebih dahulu.

Jika sudah jatuh korban nyawa oleh pemberontakan tadi maka dikenai sanksi uqubat terhadap mereka. Hal ini efektif sebagai sanksi tegas yang menjadi pelajaran bagi rakyat yang lain yang juga menjadi pencegah pelanggaran hukum yang sama terjadi.

Ketika tertimpa bencana di suatu wilayah maka negara cepat bertindak dengan memberikaan bantuan yang tepat sesuai kebutuhan seperti makanan, obat-obatan, materi untuk membangun tempat tinggal kembali jika terjadi kehancuran. Bisa juga dengan meneliti penyebab bencana dan mencari solusi untuk menghindari hal serupa terjadi.

Semua dilakukan berlandaskan syariat Islam. Hukum yang berasal dari Sang Pencipta yang Maha Mengetahui hakikat ciptaan-Nya. Berbeda dengan landasan sistem saat ini, yang malah menjadi biang persoalan tanpa henti. Semua dengan aturan buatan manusia yang akalnya terbatas pada keinginan sendiri. Inilah yang diemban negara saat ini yang membuat rakyat merasa tidak ada kehadiran negara sebagai pengayom.

Menjadi kapitalistik sehingga semua dilandaskan pada manfaat untuk mendapat keuntungan tanpa memperdulikan hal lain. Tak ada kata lain selamatkan Papua dan negeri ini dengan terapkan sistem Islam secara menyeluruh. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by google.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button