Opini

Konflik Palestina Berulang, Bagaimana Islam Menyelesaikan?

Hanya dengan adanya persatuan kembali umat Islam di dalam khilafahlah yang nantinya dapat menyelesaikan konflik di Palestina. Khilafah akan menerapkan hukum Islam termasuk akan mengirimkan tentara militer untuk membebaskan tanah Palestina termasuk mensejahterakan mereka, menjamin keamanan dan keselamatan mereka.


Oleh Ummu Faddan

JURNALVIBES.COM – Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengutuk agresi brutal Israel di Jalur Gaza yang memasuki hari kedua pada Sabtu (6/8/2022). Lembaga itu menyebut Israel membuat wilayah Palestina layaknya lapangan latihan dan warga sebagai target tembak. Serangan Israel hingga kini telah mengakibatkan tewasnya 12 warga Palestina, termasuk seorang anak dan seorang wanita. Serangan juga menyebabkan 80 orang korban luka luka (republika.co.id, 7/8/22).

Kecaman juga dilakukan Aqsa Working Group. Mereka mengecam keras langka Zionis Israel yang kembali membombardir Gaza. Setidaknya 13 orang syahid termasuk seorang gadis berusia lima tahun. AWG mengutuk sekeras kerasnya atas agresi Zionis ini. Serangan ini, sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah rezim dzalim yang tersisa yang harus dimusnahkan dari muka bumi (Republika.co.id, 7/8/2022).

Serangan keji Israel terhadap Palestina terus berulang terjadi. Hal ini bermula sejak tahun 1948 dimana muncul gerakan Nakba yg diinisiasi oleh Israel. Gerakan Nakba adalah gerakan pembersihan etnis Palestina di tanah Palestina yang dilakukan oleh orang² Israel Yahudi. Gerakan ini muncul dari deklarasi Balfour pada 2 November 1917. Deklarasi ini menjadikan kenyataan tujuan Zionis untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina, ketika Inggris secara terbuka berjanji untuk mendirikan sebuah rumah nasional untuk orang-orang Yahudi di sana.

Deklarasi Balfour, yang disebut Perjanjian Balfour oleh Arab, adalah perjanjian umum oleh Inggris pada 1917 yang menyatakan tujuan mereka untuk mendirikan “sebuah rumah nasional untuk orang-orang Yahudi” di Palestina. Pada awalnya, Inggris mulai memfasilitasi Imigrasi orang Yahudi Eropa ke Palestina. Antara 1922 dan 1935, populasi Yahudi naik dari sembilan persen menjadi hampir 27 persen dari total penduduk.

Bahkan populasi tersebut terus menerus naik, hingga Orang Palestina akhirnya menjadi kaum minoritas di Palestina. Bahkan daerah Palestina pun semakin lama semakin menyusut dicaplok oleh Israel. Pemerintah Israel terus menerus menyerang penduduk Palestina,memperkosa para wanitanya, menggusur tanah mereka, menangkapi para pemuda bahkan mereka tak segan-segan membunuh warga sipil dan anak-anak (republika.co.id, 7/8/22).

Sudah sepatutnya para pemimpin negara Muslim untuk segera mengirimkan pasukan pasukan militernya untuk membela rakyat Palestina dan merebut kembali tanah Palestina dari tangan penjajah Israel. Akan tetapi yang terjadi saat ini adalah mereka para pemimpin negri negeri Muslim ini hanya sekadar berkoar-koar atas tindakan keji Israel. Tetapi tidak satupun dari mereka yang turun tangan membantu Palestina. Bahkan banyak diantara mereka yang malahan mengadakan kerjasama dengan Israel Laknatullah.

Semua ini terjadi karena di dalam benak para pemimpin ini ada pemahaman nasionalisme sehingga mereka merasa apa yang terjadi di negeri Muslim yang lain itu bukanlah urusan mereka meskipun itu terjadi pada saudara seakidah. Karena itulah, selama sekat sekat nasionalisme ini masih ada di dalam benak kaum Muslim terutama para pemimpinnya, konflik Palestina-Israel ini tidak akan pernah berhenti.

Rakyat Palestina akan mendapatkan tanahnya kembali. Hanya dengan adanya persatuan kembali umat Islam di dalam khilafahlah yang nantinya dapat menyelesaikan konflik di Palestina. Khilafah akan menerapkan hukum Islam termasuk akan mengirimkan tentara militer untuk membebaskan tanah Palestina termasuk mensejahterakan mereka, menjamin keamanan dan keselamatan mereka.

Umat sudah merindukan adanya persatuan umat dibawah kepemimpinan yang besandar pada syariat Islam. Dengan akidah Islam sebegai pemersatu sesama kaum Muslim, syariat Islam sebagai pengkoh kesatuan umat. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button