Opini

Harapan Baru di Balik Antusiasme ParPol

Keberadaan partai politik Islam merupakan sebuah keniscayaan. Partai akan terus menyebarkan Islam di setiap negeri untuk membangkitkan umat demi tegaknya syariat Islam di seluruh penjuru alam. Serta melakukan pengawasan dan pengontrolan terhadap jalannya sistem pemerintahan dalam negara yang menerapkan syariat Islam secara kafah.


Oleh Siti Sapura, S.Pd.
(Pemerhati Kebijakan Publik)

JURNALVIBES.COM – 2024 akan menjadi pesta demokrasi besar-besaran. Karena pada tahun itu akan digelar pemilihan serentak. Yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD RI serta DPRD provinsi maupun kota. Partai-partai yang ikut dalam pemilihan pun telah mendatangi KPU untuk mendaftar sebagai peserta bakal calon pemilu 2024 nantinya.

Berdasarkan laporan dari KPU, hingga minggu 7 Agustus telah ada 14 partai politik yang telah mendaftar. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Perindo, NasDem, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Garuda, DEMOKRAT, Partai Gelora, Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Partai Reformasi, Partai Negeri Daulat Indonesia (Pandai) dan Partai Demokrasi Rakyat Indonesia (PDRI). Dari 14 partai politik yang telah mendaftar tersebut 10 dinyatakan telah memenuhi dokumen administrasi. Sementara KPU masih menunggu empat partai lainya.(tempo.co, 8/8/2022).

Anggota KPU RI, Idham Holik mengatakan pendaftaran akan disusul partai lainnya yaitu PKB, partai Gerindra, Partai Republik Indonesia dan HANURA. Melihat tingginya antusias partai politik untuk menjadi peserta dalam Pemilu, Titi Anggraini Anggota Dewan Pembina Perludem angkat bicara, beliau mengatakan bahwa mekanisme pendaftaran dan verifikasi parpol 2022 sedikit berbeda dengan 2017 lalu. Pada tahun 2022 parpol yang ingin ikut dalam kontes pemilu harus memasukkan seluruh persyaratan ke Sipol. Sebelum mendaftarkan ke KPU. Hal itu agar partai politik yang ikut dalam pemilu 2024 betul-betul memiliki kesiapan termasuk dalam kesiapan administratif, (medco.id, 1/8/2022).

Harapan Semu di Balik Demokrasi

Tidak bisa dimungkiri, sebagian masyarakat menganggap dengan dilakukan pemilu maka mereka akan mendapat pemimpin baru dengan membawa amanat dan harapan baru bagi mereka. Namun, pada faktanya tidak jarang ketika sudah menjadi pemimpin mereka lupa dengan janji-janji manis yang mereka ucapkan sebelum mereka terpilih. Untuk itu, seharusnya masyarakat sadar dan tidak menjadikan pemilu satu-satunya harapan untuk sebuah perubahan. Padahal pemilu sudah berkali-kali dilaksanakan, akan tetapi tetap tidak membawa kebaikan bagi negeri ini.

Inilah konsekuensi dari demokrasi sekuler. Keikutsertaan mereka dalam pemilu sarat dengan kepentingan. Sehingga segala cara mereka lakukan untuk menjadi pemenang dalam kontes pemilu. Saling sikat dan saling sikut pun dianggap hal yang lumrah.

Jadi bisa dikatakan berharap perubahan besar dari sistem demokrasi hanyalah mimpi. Karena seiring dengan pergantian pemimpin, korupsi semakin tinggi, kemiskinan dimana-mana, rusaknya mentalitas remaja, utang negara yang semakin tinggi dan seluruh persoalan bangsa lainnya, maka dari itu butuh sistem yang tepat dalam menjalani sistem dan roda pemerintahan.

Partai Politik Islam

Islam adalah agama dakwah. Yaitu agama yang menugaskan umatnya untuk menyebarkan dan menyiarkan Islam kepada seluruh umat manusia sebagai rahmatan lil alamin.

Untuk menjalankan misi tersebut maka Allah mensyariatkan adanya partai politik. Yaitu suatu kelompok atau jemaah yang mengemban sebuah tanggung jawab untuk melakukan syiar dakwah di tengah- tengah umat, pembinaan intensif dan melakukan perang pemikiran terhadap ide-ide kufur yang bertentangan dengan syariat. Selain itu juga berperan serta dalam menasehati penguasa yang menerapkan aturan jika bertentangan dengan Al-Qur’an dan asunah.

Sebagaimana firman Allah Swt. :
لْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran : 110)

Atas dasar inilah maka keberadaan partai politik Islam merupakan sebuah keniscayaan. Partai akan terus menyebarkan Islam di setiap negeri untuk membangkitkan umat demi tegaknya syariat Islam di seluruh penjuru alam. Serta melakukan pengawasan dan pengontrolan terhadap jalannya sistem pemerintahan dalam negara yang menerapkan syariat Islam secara kafah. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button