Opini

Pemimpin Empati

Hanya dengan keadilan lah keberlangsungan hidup masyarakat ini akan terjamin dengan baik. Bahkan dengan keadilanlah bisa dijadikan sebagai barometer untuk mengukur sebuah negeri itu sejahtera atau tidak dan sebuah negeri itu mendapat ridho dari Allah ataukah tidak.


Oleh Arik Rahmawati

JURNALVIBES.COM – Pertemuan Jokowi dengan Apdesi (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) pada tanggal 29 Maret 2022 di Jakarta dalam acara silaturahmi nasional Apdesi 2022 telah menguak tabir kinerja pemerintahan selama ini .

Di sela-sela pidato Jokowi para Kades berteriak. Mereka meminta kepada Jokowi agar gaji Kades diberikan setiap bulan.

Maksud hati ingin mendapatkan citra diri yang positif akan tetapi respon yang disampaikan rakyat berbeda dengan harapannya. Para Kades sangat merasakan ketidakadilan yang terjadi di negeri ini.

Bagaimana mungkin gaji diberikan tiga bulan sekali. Ironisnya bapak presiden tidak mengetahui hal ini. Lalu apa saja yang telah dilakukan selama ini. Apa saja yang dibahas ketika rapat bersama para menteri. Apakah tidak ada evaluasi tentang penyaluran dana gaji. Apakah kinerja bawahan sudah benar-benar dievaluasi. Lalu hukuman apa yang harus disiapkan untuk pejabat pemerintah yang melakukan korupsi. Nah sebenarnya tugas mengevaluasi hal seperti ini harus dilakukan penguasa. Sudahkan aspirasi rakyat didengar dan difasilitasi dari segala penjuru tanah air.

Bersikaplah yang Bijak

Sebenarnya yang tidak mendapat gaji per bulan itu banyak. Tidak hanya kades. Guru non-PNS juga tidak dibayarkan setiap bulan. Kadang tiga bulan sekali kadang enam bulan sekali atau bahkan sepuluh bulan sekali.

Tidak hanya guru juga yang tidak mendapat gaji per bulan akan tetapi aparatur negara setingkat RT dan RW sudahkah mereka diperhatikan?
Mereka adalah garda terdepan dalam melayani umat. Membuatkan surat surat yang dibutuhkan umat.

Nah ketika kondisi ini sudah tidak stabil bagaimana mungkin pemerintahan ini akan berjalan dengan lancar. Ada hak hak yang tidak dipenuhi. Ada istri yang tidak bisa berbelanja. Ada anak yang tidak bisa membayar biaya sekolah. Ada keluarga yang menunggu untuk dinafkahi. Sementara gaji ayahnya dibayarkan tiap tiga bulan sekali dan masih terdapat potongan di sana sini.

Apakah mungkin mereka makan tiap tiga bulan sekali. Apakah mungkin berhutang setiap hari untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apakah mungkin sakit ditunda tiga bulan ke depan untuk biaya berobat.

Wahai penguasa negeri ini sudahi drama ini. Sungguh tidak etis rasanya jika bapak tidak mengetahui hal ini. Karena masalah gaji kades yang tertunda atau tunjangan guru non-PNS yang ditunda atau dipotong itu sudah lama terjadi bahkan sejak lama sudah sepuluh tahun lebih.

Jika memang benar-benar tidak tahu tentang hal ini maka sudah selayaknya taubat kepada Allah Swt. Karena hal ini termasuk kelalaian. Sudah berapa banyak orang yang menderita karena kebijakan seperti ini?

Sudah seharusnya aparat yang yang tidak bertanggung jawab diberikan sanksi yang jelas dan tegas. Tegakkan keadilan. Berusaha menjadi pimpinan yang empati kepada rakyat. Kembalilah kepada hukum Allah. Takutlah akan pengadilan Allah Swt.

Dalam upaya mengemban amanah dan menjalankan pemerintahan, pemimpin yang mendapat kepercayaan rakyat harus mengedepankan prinsip keadilan. Sebab, berbuat adil adalah pangkal segala keutamaan. Terwujudnya keadilan dalam sebuah komunitas masyarakat akan menciptakan stabilitas nasional dan menyejahterakan kehidupan rakyat.

Hanya dengan keadilan lah keberlangsungan hidup masyarakat ini akan terjamin dengan baik. Bahkan dengan keadilanlah bisa dijadikan sebagai barometer untuk mengukur sebuah negeri itu sejahtera atau tidak dan sebuah negeri itu mendapat ridho dari Allah ataukah tidak.

Adil adalah menempatkan segala sesuatu sesuai tempatnya. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.” (TQS an-Nisa [4]: 58).

Lawan kata adil adalah zalim. Pemimpin yang zalim adalah pemimpin yang banyak diprotes oleh warganya. Banyak rakyat mengadu akibat kebijakannya yang menyengsarakan rakyatnya. Banyaknya pengaduan dari rakyat bahkan ketika mayoritas rakyat mengadu dia malah pergi. Tidak ada empatinya sama sekali terhadap rakyat. Berbagai pengaduan itu sejatinya adalah hilangnya prinsip keadilan yang diterapkan penguasa di tengah-tengah umat.

Untuk itu sudah saatnya kita kembali kepada aturan Illahi. Tegaknya sistem Islam adalah sebuah kebutuhan umat saat ini. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button