Makin Kapitalistik, Pejabat Memperkaya Diri saat Rakyat Makin Sekarat

Islam memberikan solusi yang mustanir atas permasalahan yang dihadapi manusia. Namun, semua tidak akan terwujud jika hukum-hukum Islam tidak diterapkan secara kafah di tengah-tengah umat.
Oleh Fiani, S.Pd.
(Pendidik Generasi)
JURNALVIBES.COM – Adanya virus Corona membuat aktivitas masyarakat terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kemiskinan merajalela hingga masih banyak rakyat tidur dengan perut kosong akibat tidak adanya makanan yang dapat dimakan. Minimnya perhatian pemerintah terhadap pasien yang terpapar Covid-19 hingga banyak pasien yang gugur. Namun, pada waktu bersamaan kekayaan pemerintah justru naik drastis di masa pandemi.
Dilansir lama CNN Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sebanyak 70,3 persen harta kekayaan para pejabat negara naik selama setahun terakhir atau di masa pandemi Covid-19. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan mengatakan bahwa laporan kenaikan itu tercatat setelah pihaknya melakukan analisis terhadap laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada periode 2019-2020.
“Kita amati juga selama pandemi, setahun terakhir ini, secara umum penyelenggara negara 70,3 persen hartanya bertambah,” kata Pahala dalam webinar LHKPN di YouTube KPK, Selasa (7/9).
Selanjutnya, dia mengatakan kenaikan paling banyak terlihat pada harta kekayaan pejabat di instansi kementerian dan DPR yang angkanya mencapai lebih dari Rp1 miliar. Sedangkan, di tingkat legislatif dan eksekutif daerah, penambahannya masih di bawah Rp1 miliar.
Kekayaan pejabat negara melonjak naik selama pandemi di saat kemiskinan rakyat makin menghimpit. Maka wajar dipertanyakan atas bertambahnya harta kekayaan para pejabat. Namun, tidak dipungkiri saat sistem kapitalis menjadi sumber pengatur kehidupan manusia yang melahirkan pejabat akan hanya mencari keuntungan. Sehingga, tidak lagi melihat kondisi rakyat yang semakin sekarat.
Selain itu, kemiskinan menghimpit rakyat dan ditambah kebijakan-kebijakan pemerintah mencekik seakan derita rakyat tidak henti-hentinya menerpa. Mulai dari mahalnya pendidikan, kesehatan, pegawai yang di PHK, dan minimnya perhatian pemerintah terhadap pasien yang terpapar Vovid-19 maupun pasien yang isoman hingga banyak pasien yang gugur. Namun, inilah sistem sekuler yang akan melahirkan pejabat yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya ketimbang kepentingan rakyatnya.
Adapun, rakyat memilih pemimpin dengan memberikan gaji yang tinggi tentu berharap kepada pemimpin maupun wakil rakyat akan memberikan pelayanan yang terbaik tanpa harus berbayar lagi. Namun gaji yang diberikan oleh rakyat seakan tidak cukup hingga mereka mencari keuntungan lagi dari kebijakan yang dibuat, dengan begitu mereka semakin kaya.
Demikianlah, sistem kapitalis sekuler akan terus-menerus berikan ketidakadilan kepada rakyat. Keadilan hanya berpihak kepada pemegang kekuasaan maupun pemilik modal. Namun, berbeda dengan Islam
Dalam kacamata Islam, tugas pemimpin maupun wakil rakyat adalah melayani semua kebutuhan rakyat dengan setulus hati, dan mengambil kebijakan hanya untuk kepentingan rakyat. Kepentingan rakyat jauh lebih penting ketimbang kepentingan pribadi. Islam melahirkan pejabat negara yang penuh dengan tanggung jawab atas amanah yang diberikan, dan tentunya akan selalu taat kepada Allah Swt. Dengan itu terpancar ketakwaan di wajahnya
Ibarat derita rakyat adalah derita pemimpin dan kebahagian pemimpin berada pada rakyat. Maka, sudah seharusnya pemimpin berada didepan agar selalu menjadi perisai untuk melindungi rakyatnya tatkala kemiskinan datang menghimpit.
Oleh karenanya, khalifah menghitung dan mencatat semua kekayaan wali dan amil sebelum diangkat sebagai pejabat negara dan akan dihitung kembali jumlah kekayaan pejabat. Jika, terdapat memiliki harta kekayaan tambahan yang diragukan maka kelebihan harta tersebut akan disita lalu dimasukkan ke baitul maal. Dengan itu, khalifah menyusun pembukuan untuk menulis nama-nama orang yang berhak menerima tunjangan.
Demikianlah, Islam memberikan solusi yang mustanir atas permasalahan yang dihadapi manusia. Namun, semua tidak akan terwujud jika hukum-hukum Islam tidak diterapkan secara kafah di tengah-tengah umat. Maka, tugas kita adalah mendakwahkan Islam di tengah-tengah umat sehingga umat sadar akan kelemahan sistem saat ini dan menerima solusi alternatif yang ditawarkan oleh Islam. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






