Opini
Trending

Potret Buram Generasi Tanpa Visi

Hanya dengan sistem Islam, negara akan memiliki visi mulia atas pemuda sebagai generasi, juga memilki metode untuk menyelamatkanan generasi masa depan.


Oleh Sulistijeni
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Beberapa hari terakhir berita mengenai remaja cukup menyesakkan dada. Banyak remaja yang melakukan aktivitas berbahaya, sehingga berakibat dapat, bahkan sampai kehilangan nyawa.

Dilansir dari Republika (15/1/202), Seorang remaja berinisial M tewas usai menghentikan paksa satu unit truk yang tengah melaju dari exit tol Gunung Putri, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Padahal Pemerintah Desa Gunung Putri telah melakukan pengawasan agar tidak ada kejadian penghentian paksa truk oleh remaja dan anak-anak.

Sementara itu mengutip sumseks disway id (15/1/2023), aksi tawuran berdarah ternyata masih terus terjadi. Pada hari minggu 15 Januari 2023 di kota Palembang terjadi kasus tawuran dan satu orang dikabarkan tewas.

Pada hari yang sama, Polres Metro Tangerang Kota mengamankan 72 remaja yang hendak tawuran di Neglasari, Kota Tangerang. Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan puluhan remaja itu diamankan dalam patroli cipta kondisi (cipkon) yang dilakukan rutin oleh jajarannya di malam hari. Sedangkan beberapa hari sebelumnya, ada seorang remaja tertusuk panah di bagian dada kiri setelah ikut tawuran di Kecamatan Medan Belawan.

Belum lagi di beberapa daerah yang masing-masing mencatat ratusan remajanya hamil di luar nikah, semakin menambah miris melihat perilaku remaja saat ini. Mereka terjerumus ke dalam kemaksiatan akibat kehidupan yang serba bebas. Mulai kehilangan jati diri, tidak punya adab, jauh dari tuntunan agama, kecanduan narkoba, seks bebas, tawuran, aksi begal, perundungan, pornografi, konsumsi miras, bahkan melakukan L967 dan masih banyak aktivitas kerusakan yang lainnya yang mereka lakukan.

Fakta-fakta ini merupakan potret betapa bobroknya generasi hari ini. Perilakunya menunjukkan bahwa mereka sangat minim akan visi, sibuk mengejar kesenangan diri, eksistensi, dan harga diri.

Para orang tua tidak mampu mendidik mereka secara maksimal, meskipun sudah memberikan pendidikan yang baik untuk anaknya. Pendidikan di sekolah atau di pesantren ternyata juga tidak mampu menjamin generasi selamat dari kerusakan. Ada banyak faktor dan support system yang terlibat dalam hal ini.

Kerusakan generasi bukan pada masalah individu semata, tetapi adalah masalah sistemik, karena melibatkan banyak aspek dalam kehidupan. Potret suram generasi yang tanpa visi ini menjadi makin parah jika negara sebagai support system terpenting juga tidak memiliki visi dalam menyelamatkan generasi. Jadi generasi terbawa arus yang merusak sementara negara abai terhadap bahaya yang mengancam mereka.

Kerusakan generasi ini harusnya segera diatasi dan dituntaskan dengan mengganti sistem sekuler kapitalisme ala Barat dengan sistem Islam yang mampu membawa perubahan kepada generasi tangguh yang punya visi dan tidak membawa kerusakan. Generasi muda seharusnya memiliki visi yang jelas dalam hidupnya, karena mereka adalah para calon pemimpin di masa depan. Perilaku mereka seharusnya penuh dengan kebaikan dan sangat peduli pada kondisi sekitarnya.

Untuk menjadikan generasi yang benar-benar punya visi, diperlukan seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas generasi. Pemimpin yang segera mengevaluasi kondisi generasi saat ini dan berupaya menyelamatkannya. Karena di dalam Islam, setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas semua yang dipimpinnya.

Dalam sistem Islam, negara berkewajiban menentukan arah pandang pendidikan generasi yang benar dan membentuk kepribadian Islam. Negara juga berkewajiban menyaring segala informasi yang ada di media, yang dapat merusak generasi, seperti segala konten porno ataupun tayangan berbau liberal dan hedonis yang sering menjauhkan generasi dari jalan yang semestinya. Di samping itu, diperlukan masyarakat yang kondusif untuk menjaga pertumbuhan generasi. Jika ada penyelewengan atau tindakan yang melanggar hukum syariat, masyarakat bisa langsung melakukan amar makruf nahi mungkar.

Dengan berjalannya seluruh fungsi ini, serta mengembalikan sandaran hanya pada Islam, generasi akan selamat dari cengkeraman dunia kapitalis. Sebagaimana firman Allah: “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu). Maka, ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS Al-Jatsiyah: 18).

Hanya dengan sistem Islam, negara akan memiliki visi mulia atas pemuda sebagai generasi, juga memilki metode untuk menyelamatkanan generasi masa depan. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by Unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button