Opini

Penyesatan Opini BoP Demi Kepentingan Palestina

Umat Islam harus bersatu untuk membangun kekuatan Islam global dengan menegakkan kembali khilafah rasyidah untuk melawan dominasi penjajahan AS dan Israel. Bersatu untuk mewujudkan tegaknya kembali institusi pemersatu umat, yakni khilafah islamiyyah, karena umat Islam bersaudara dan bagaikan satu tubuh.


Oleh Sulistijeni
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – BoP (Board of Peace) merupakan badan bentukan Presiden Amerika Serikat yang diinisiasi oleh Donald Trump. Dengan dalih perdamaian dan kemanusiaan yang bertugas untuk mendukung administrasi, rekonstruksi, hingga pemulihan ekonomi jalur Gaza, Palestina, sesuai 20 poin rencana perdamaian Trump.

Sebagaimana yang dilansir dari cnnindonesia (23-2- 2026), inisiatif yang dipimpin Amerika Serikat bertajuk “Board of Peace”, fungsinya untuk mengawasi penataan pascaperang di jalur Gaza, dan ini menuai respons skeptis dari warga Palestina setempat. Warga yang mengungsi berharap untuk segera adanya perubahan nyata, bukan sekadar pertemuan dan janji dana.

Kondisi Gaza sampai saat ini masih tetap dalam kehancuran, kelaparan, ratusan ribu warganya hidup di tenda-tenda pengungsian dan pendidikan pun terhenti. Di tepi barat Gaza banyak tindak kekerasan, pembunuhan, penembakan dan penggusuran yang terus terjadi, baik oleh tentara IDF maupun oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina. Dengan alasan tersebut maka AS membentuk BoP yang berdalih akan pentingnya untuk menghidupkan kembali perekonomian di Gaza, yaitu dengan cara menciptakan lapangan kerja yang layak serta memulihkan layanan dasar.

Menurut berita yang dirilis cnnindonesia (20-2-2026), Board of Peace (BoP) telah mengadakan rapat perdana pada Kamis 19 Pebruari 2026 untuk meresmikan pembentukan sejumlah badan di bawahnya yang akan membantu implementasi rekonstruksi di jalur Gaza Palestina, salah satunya adalah Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG).

NCAG (National Committee for the Administration of Gaza) merupakan implementasi Fase Dua Rencana Komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza yang beranggotakan 15 teknokrat Gaza. NCAG akan menjadi pemerintahan sementara di Gaza setelah tahap dua gencatan senjata di wilayah tersebut. NCAG juga akan mengawasi proses pelucutan senjata, mempertahankan satu hukum dan satu rantai komando, serta mengintegrasikan atau membubarkan semua kelompok bersenjata setelah melalui proses verifikasi yang ketat.

Krisis yang terus terjadi di Gaza dan di tepi barat, ini akibat ulah dari Israel yang ratusan kali telah melanggar perjanjian damai. Dengan itu maka Trump berinisiasi untuk membentuk BoP (Board of Peace) demi untuk perdamaian, yang dimana untuk mengawasi penataan pascaperang di Jalur Gaza dan tidak melibatkan Palestina sama sekali. Yang dimana sebaliknya BoP merupakan bagian dari kepentingan geopolitik dan ekonomi AS. Dan pemerintah AS sendiri telah mengumumkan rencana mereka untuk membangun “Gaza Baru” yang dimana pembangunannya dimulai dari nol di wilayah Palestina yang telah hancur akibat genosida oleh zionis sejak 7 Oktober 2023.

Warga Palestina skeptis terhadap BoP buatan Trump, karena selama ini AS selalu berpihak pada Israel dalam kebijakan politik dan militer, bahkan menggunakan hak vetonya di PBB untuk membela Israel. Di mana BoP sendiri dibentuk hanya untuk merealisasikan 20 poin rencana Trump untuk menghancurkan Palestina. Meskipun Trump mengumumkan adanya Gaza Baru tetap tidak ada jaminan perlindungan terhadap warga Gaza. Dampaknya warga Gaza malah akan terusir secara legal dari tanah airnya dan tidak ada kesempatan untuk mempertahankan.

AS dan Israel menggunakan BoP untuk legitimasi pembersihan etnis, genosida dan perampasan tanah Palestina. Anggotanya terdiri dari negara Muslim, dan ini merupakan bentuk pengkhianatan penguasa negeri-negeri Muslim terhadap perjuangan kaum Muslim Palestina. 26 negara yang bergabung mayoritas adalah negara Muslim dan menjadi legitimasi AS atas BoP dengan mewajibkan adanya iuran untuk mewujudkan New Gaza.

Apalagi dengan dibentuknya NCAG yang bukan mewakili kepentingan Palestina, akan tetapi yang merupakan bagian dari BoP, dan ini ada upaya penyesatan opini.

Perdamaian bagi Israel hanyalah merupakan janji-janji yang terus akan dilanggar. Kaum Muslim tidak boleh percaya, apalagi mendukung perdamaian dengan Israel, karena mereka sangat memusuhi Islam. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an surat Al Maidah ayat 82 yang artinya: “Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan…”.

AS dan Israel jelas merupakan negara kafir yang bersekutu untuk menguasai dunia dengan cara penjajahan politik, ekonomi maupun militer. Haram bagi umat Islam untuk bergantung apalagi mendukung persekutuan dan solusi yang ditawarkan mereka. Mereka kaum yang suka berbuat kerusakan seperti yang Allah firmankan dalam Al-Quran surat Al Maidahyang artinya, “Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat.” (TQS. Al-Maidah:64)

Umat Islam hendaknya sadar bahwa penjajahan dan kejahatan Israel dan sekutunya AS terhadap Palestina tidak bisa dihentikan, apalagi diputihkan hanya dengan BoP. Umat harus bersatu melawan penjajahan Israel dan membebaskan Palestina. Karena Allah sendiri telah berjanji dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 141 yang artinya, “Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.

Umat Islam hendaknya membuka mata untuk melihat bahaya pengkhianatan penguasa negeri-negeri Muslim, ketika mereka memilih bersekutu dengan BoP buatan AS (Trump) padahal kita tahu Israel juga menjadi anggotanya. Dan haram bagi umat manusia Islam dan negeri-negeri Muslim untuk mengikuti orang-orang kafir. AS adalah negara kafir harbi fi’lan (negara yang riil memerangi kaum Muslim secara fisik). AS juga nyata mendukung penjajahan yang dilakukan zionis di Palestina selama ini, termasuk genosida di Gaza. Realitas penjajahan ini tidak pantas didukung oleh negeri-negeri Muslim, apalagi dalam sebuah perjanjian resmi sebagaimana BoP.

Umat Islam harus bersatu untuk membangun kekuatan Islam global dengan menegakkan kembali khilafah rasyidah untuk melawan dominasi penjajahan AS dan Israel. Bersatu untuk mewujudkan tegaknya kembali institusi pemersatu umat, yakni khilafah islamiyyah, karena umat Islam bersaudara dan bagaikan satu tubuh. Karena hanya dengan khilafah akan bisa melaksanakan jihad akbar untuk membela Palestina dan negeri muslim umumnya. Wallahu a’lam bish-shawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button