Ketapang Darurat Bullying, Butuh Solusi Tuntas

Negara juga wajib menggunakan sistem pendidikan Islam dengan kurikulum yang mampu melahirkan anak didik yang berkepribadian Islam dan yang bertakwa sehingga terhindar dari perilaku yang rusak.
Oleh Wawa Al Kareem
JURNALVIBES.COM – Siapa yang tidak thau bullying? Sebuah tindakan kasar yang dilakukan sepihak oleh orang lain. Tindakan bullying ini, umumnya terjadi di dunia pendidikan. Mirisnya banyak tindakan bullying berujung bunuh diri. Ironisnya, mayoritas orang-orang sekitar lebih memilih diam dibandingkan untuk menolong karena alasan takut. Terlebih lagi, negara seakan membiarkan hal ini seringkali terjadi. Terbukti dengan minimnya sanksi dari negara untuk menyelesaikan tindakan bullying.
Namun hari ini, tindakan bullying ini tidak hanya terjadi dalam dunia pendidikan saja. Di tengah masyarakat, termasuk dunia kerja pun tidak luput dari tindakan bullying. Seperti bullying yang terjadi di Ketapang, yang videonya sempat viral. Dimana didalamnya seorang wanita dibully oleh sejumlah rekan kerjanya berlokasi di Sentap, Ketapang, Kalimantan Barat (suarakalbar, 22/05/2024).
Berdasarkan data dari Simfoni PPA (2023) menyebutkan bahwa selama 5 tahun terakhir mendapatkan 1570 kasus dan 1707 korban kekerasan di lingkungan kerja mencapai 83 persen merupakan perempuan (Yoursay, 04/08/2023).
Kasus perundungan di dunia kerja ini seperti fenomena gunung es. Kuat dugaan kasus yang terjadi lebih banyak dari yang terlapor. Efek negatif yang sangat jelas dirasakan korban yaitu adanya dampak mental dengan munculnya perasaan negatif yang dapat mengakibatkan stres, depresi bahkan upaya bunuh diri. Efek jangka panjang jika terjadi terus-menerus bukan tidak mungkin akan menimbulkan keinginan untuk melakukan hal yang sama di kemudian hari. Jika saat anak-anak ia selalu dibully, mungkin saja saat remaja nantinya ia justru menjadi pelaku bullying.
Sistem Sekuler Biang Kerok Maraknya Bullying
Maraknya kasus bullying sejatinya adalah efek samping dari sistem pendidikan sekuler. Sistem pendidikan yang tidak menjadikan ketakwaan anak sebagai bekal utama ketika pemerintah menyiapkan perangkat sistem dan kurikulum pendidikan. Sebaliknya, Kurikulum Merdeka dan kurikulum lainnya gagal membentuk output pendidikan yang bermoral. Karena, dalam kurikulum sekuler, porsi pelajaran agama sangat minim dan dianggap tidak penting. Belum lagi gencarnya pemerintah menyisipkan moderasi beragama dalam pembentukan karakter anak-anak, sehingga akan semakin mengikis nilai Islam itu sendiri. Karena Islam sebatas agama ritual yang mengatur perkara ibadah mahdhah semata.
Hilangnya peran orang tua dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama pada anak juga menjadi faktor penyebab maraknya bullying.
Sekularisme yang diterapkan saat ini turut mengubah pola asuh orang tua. Pemisahan agama dari kehidupan, membuat orang tua meminimalkan penanaman akidah dan kepada anak. Padahal keluarga (orang tua) mempunyai peran penting dalam pendidikan, karena merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama.
Keluarga merupakan batu fondasi bangunan dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan generasi Islam yang berkualitas, generasi yang memiliki kepribadian Islam yang kuat.
Tentu saja kontrol masyarakat juga sangat berperan dalam beramar makruf nahi mungkar. Sistem sekuler ini juga sangat mempengaruhi masyarakat menjadi individualis dan hanya mementingkan urusan pribadi masing-masing. Bahkan tidak peduli dan tidak mencegah terjadinya kemaksiatan yang ada di sekitarnya.
Masuknya media Barat yang sering mempertontonkan kekerasan dan berbagai game dan film kartun anak yang berwujud kekerasan, saling hantam, saling pukul, saling tembak, pada kadar tertentu juga akan memberikan pengaruh kepada alam berpikir anak bahwa kekerasan itu sebuah kebiasaan. Sehingga melakukan kekerasan atau perundungan juga adalah hal yang lumrah dilakukan. Di sinilah peran negara sangat diperlukan untuk mengawasi media. Karena jika hal ini terus dipertontonkan pada anak-anak dan remaja, makan akan membawa generasi ke dalam jurang kerusakan.
Belum lagi kriminalitas yang dilakukan oleh anak tidak tersentuh hukum dengan dalih ‘masih di bawah umur’. Hal ini tentu menjadi tameng bagi pelaku dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan kejahatan lagi. Hal ini juga menjadikan maraknya kasus kekerasan dan bullying.
Islam Solusi Tuntas Bullying
Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna dan yang Allah ridai, mempunyai aturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, manusia dengan dirinya sendiri dan manusia dengan sesama manusia. Secara komprehensif, Islam mampu menangani kasus bullying hingga tuntas dan mampu mencegah terjadinya kasus bullying.
Ketika Islam diterapkan dalam setiap lini kehidupan, akan lahir aturan dalam membangun keluarga. Tentunya keluarga yang dibangun di atas fondasi akidah yang kokoh. Dengan akidah yang kuat akan lahir individu yang paham akan syariat Islam. Orang tua yang paham syariat akan mendidik anak-anak dengan syariat Islam. Membentuk karakter anak dengan akidah Islam sehingga menjadikan anak menjadi generasi yang bertakwa dan saleh.
Masyarakat yang menerapkan Islam dalam setiap lini kehidupan juga akan melakukan pengontrolan dan melakukan amar makruf nahi mungkar. Tentu saja kontrol masyarakat sangat diperlukan dalam pencegahan tindak kriminalitas yang terjadi disekitarnya. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya kejahatan.
Begitu pula jika syariat Islam diterapkan maka negara pun akan mengawasi, mengontrol dan menjaga agar generasi tidak teracuni dengan segala bentuk tayangan dan tontonan yang justru akan meracuni mereka. Negara akan membasmi atau menutup akses jika ada tayangan ataupun tontonan yang dapat memicu terjadinya kekerasan dan perundungan.
Negara juga wajib menggunakan sistem pendidikan Islam dengan kurikulum yang mampu melahirkan anak didik yang berkepribadian Islam dan yang bertakwa sehingga terhindar dari perilaku yang rusak.
Dalam Islam, negara adalah satu-satunya institusi sempurna yang dapat melindungi anak dan mampu mengatasi perundungan. Tentunya semua ini hanya akan terealisasi jika Islam diterapkan secara kafah dalam sebuah institusi negara, yaitu daulah khilafah islamiyyah.
Begitulah Islam memberikan solusi komprehensif dan secara sempurna menyelesaikan masalah bullying pada generasi secara tuntas. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by canva.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






