
JURNALVIBES.COM — Menyoroti kerusakan yang menimpa generasi muda saat ini, praktisi pendidikan Dwi Hendriyanti S.Pd. memaparkan sulitnya mewujudkan pemuda Muslim di sekolah.
“Pemuda Muslim sulit diwujudkan di sekolah, hal ini berkaitan dengan kurikulum yang sering berubah-ubah dengan basis sekuler dan tuntutannya menjadikan pemuda yang mampu bekerja. Ditambah lagi masuknya ide moderasi beragama, anak diberi kurikulum merdeka, yang liberal tanpa memperhatikan halal haram,” tuturnya, Ahad (31/12/2022).
Ia menambahkan ada disorientasi peran guru dalam mendidik.
“Guru berpikir, mengajar yang penting sesuai kurikulum, materi tersampaikan, tidak memperhatikan akhlak anak-anak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, para guru merasa resah melihat kerusakan yang terjadi pada pemuda.
“Para guru berusaha untuk melakukan perubahan, tapi justru kerusakan dari hari ke hari terus bertambah dan beragam, terkadang berbenturan dengan regulasi pemerintah” pungkasnya. [SP]
Editor & Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by illustrator collection
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com



