Ibu dan Bayi Meninggal Akibat Bobroknya Pelayanan Kesehatan?

Seorang pemimpin dalam Islam berkewajiban untuk menjamin kebutuhan dasar rakyatnya termasuk menjamin perlindungan sosial terutama kesehatan rakyatnya. Negara di dalam Islam tidak diperbolehkan untuk menyerahkan tanggung jawabnya kepada mekanisme pasar yang berfokus pada asas manfaat semata yakni untung rugi.
Oleh. Aurora Ridha
(Aktivis Muslimah Kalsel)
JURNALVIBES.COM – Baru-baru ini kita tengah dihebohkan dengan berita terkait meninggalnya seorang ibu dan bayi dalam kandungan. Mirisnya, ibu dan bayi tersebut telah dibawa ke beberapa rumah sakit namun ditolak oleh semua pihak rumah sakit. Kejadian ini semakin menunjukkan kebobrokan sistem kesehatan saat ini.
Sebagaimana yang diberitakan bahwa kematian seorang ibu dan bayi dalam kandungan setelah ditolak oleh empat rumah sakit di daerah Jayapura telah memicu reaksi Gubernur Papua yakni Mathius Derek Fakhiri untuk mengultimatum semua fasilitas kesehatan di provinsi tersebut. (bbc, 11-12-2025)
Dilansir dari detikSulsel pada hari minggu (23-11-2025), Irene seorang warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Jayapura. Irene dan bayinya dalam kandungan telah dinyatakan meninggal dalam perjalanan bolak-balik menuju RSUD Dok II Jayapura setelah ditolak beberapa rumah sakit pada hari Senin (17/11) sekitar pukul 05.00 WIT lalu.
Penolakan rumah sakit terhadap pasien sejatinya telah menunjukkan bahwa sistem pelayanan kesehatan hari ini telah bobrok. Bagaimana tidak, katanya rumash sakit itu adalah tempat berobat bagi seseorang yang sakit ataupun yang sedang mengalami permasalahan seperti hamil. Namun nyatanya rumah sakit hari ini sudah tidak lagi melakukan pelayanan sebagaimana mestinya seperti halnya yang di alami oleh seorang ibu yang hamil karena ditolak oleh beberapa rumah sakit akhirnya ibu dan bayi dalam kandungan tersebut telah meninggal dunia.
Hal ini terjadi tidak lepas dari sistem yang saat ini kita emban yakni sistem sekuler kapitalis, yang hari ini bercokol di tengah-tengah kehidupan kita. Dalam sistem sekuler kapitalis, menjadikan materi sebagai tujuan utama dalam melakukan sesuatu termasuk dalam sistem kesehatan. Bahkan pemerintah hari ini hanya menjadikan pelayanan kesehatan sebagai motif bisnis materialistik sehingga mereka berlepas tangan dan menyerahkannya kepada para pemilik modal.
Sangat jauh berbeda di dalam Islam, dalam Islam pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab negara dan mengabaikannya merupakan suatu perbuatan yang zalim.
Kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab dari negara. Negara tidak hanya berperan sebagai penyelenggara layanan akan tetapi juga penjamin kesehatan bagi rakyatnya. Negara juga seharusnya tidak menjadi penghalang bagi warganya untuk berobat hanya karena masalah administratif dan masalah ekonomi semata karena kesehatan merupakan jaminan dari negara yang harus diberikan kepada masyarakat bahkan secara cuma-cuma atau gratis.
Namun negara yang demikian yang menjamin kesehatan rakyatnya secara cuma-cuma atau gratis hanya akan terwujud dan kita temui dalam sistem Islam.
Seorang pemimpin dalam Islam berkewajiban untuk menjamin kebutuhan dasar rakyatnya termasuk menjamin perlindungan sosial terutama kesehatan rakyatnya. Negara di dalam Islam tidak diperbolehkan untuk menyerahkan tanggung jawabnya kepada mekanisme pasar yang berfokus pada asas manfaat semata yakni untung rugi.
Dalam sistem Islam ada mekanisme terkait zakat, sedekah, dan baitul maal yang memastikan bahwa tidak ada satupun rakyat yang tergolong dalam kemiskinan karena negara akan memenuhi kebutuhan pokok bagi rakyatnya termasuk dalam hal kesehatan karena kesehatan pun merupakan salah satu kebutuhan yang penting yang lindungi secara langsung oleh negara.
Karena itu, hadirnya Islam di tengah-tengah kehidupan merupakan kebutuhan bagi setiap rakyat saat ini. Maka sudah saatnya kita mencampakkan sistem yang rusak dan merusak ini yakni sistem sekuler kapitalis dan kembali kepada system Islam yang menerapkan semua syariat Islam dalam naungan khilafah. Wallahu a’lam bishshawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by canva.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






